Friday, 3 March 2017

Paradigma Baru Pengawasan Aset, Barang dan Jasa


BENGKULU RPP - Paradigma baru tentang pengawasan aset barang dan jasa oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, bukan untuk mencari masalah, melainkan untuk mencari solusi. Hal ini disampaikan Kepala Biro SDM Kemenreistekdikti, Ari Hendranto SE, M.Si, saat melakukan sosialisasi Paradigma Baru Pengawasan Aset, Pengadaan Barang dan Jasa, di ruang rapat utama Gedung Rektorat Unib, kemarin (2/3).

Ari menjelaskan, paradigma baru pengawasan aset yang dilakukan saat ini adalah sebagai konsultan untuk memecahkan masalah, membantu klien dan proaktif. Sedangkan paradigma lama yaitu mencari masalah mengungkap temuan, mengganggu objek dan cenderung reaktif.
"Rekomendasi yang diambil, tidak lagi bersifat temuan audit dan koreksi, tapi Post dan Pra Audit Korektif, pencegahan dan perdiksi. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi sebagai subyek-obyek yang menghasilkan win-lose, tapi sebagai subyek-subyek (Partnership) yang menghasilkan penyelesaian masalah," jelasnya.

Indikator kinerja tidak lagi didasarkan jumlah temuan, tetapi jumlah bantuan/manfaat dalam pencapaian pemerintahan yang baik.
"Jadi, pengawasan yang kita lakukan saat ini dikatakan berhasil dan bagus jika banyak memberikan manfaat kepada Satuan Kerja (Satker) sehingga tercapai Good Governance, Satker yang diawasi tidak dirundung masalah di kemudian hari. Bukan dilihat dari seberapa banyak temuan yang didapatkan,” paparnya.

Berdasarkan hasil pengawasan di Perguruan Tinggi, masih banyak temuan baik temuan SPI dan kepatuhan. Temuan SPI seperti, koordinator kegiatan sering tidak mencatat dan membukukan pengelolaan dana yang diterimanya, belum adanya SOP baku mengenai mekanisme pembayaran UP dan TUP. Lemahnya catatan pendistribusian barang habis pakai, dan belum adanya dokumentasi dan pelaporan kegiatan. Dan temuan kepatuhan, seperti perjalanan dinas tidak ada surat penugasan, pelaksanaan perjalanan dinas tidak jelas lembaganya, tidak didukung bukti yang sah dalam pengadaan barang, tidak ada bukti penerimaan barang, dan sebagainya.
"Temuan-temuan itu masih banyak terjadi di sejumlah Satker baik PTN maupun PTS. Namun untuk di Unib, Saya yakin temuan itu tidak ada,” terangnya.

Sementara itu, Rektor Unib Dr. Ridwan Nurazi, M.Sc  menyambut baik kunjungan dua pejabat teras Kemenristekdikti ini dan mengucapkan terimakasih kepada Kepala Biro SDM Ari Hendranto, SE, M.Si, dan Irjen Kemenristekditki Prof.Dr Jamal Wiwoho,SH,M.Hum yang telah menyempatkan diri melakukan sosialisasi tentang pengawasan aset, pengadaan barang dan jasa di kampus Universitas Bengkulu.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih, melalui sosialisasi ini semoga kita semua bisa memahami tugas pokok dan fungsi Inspektur Jenderal dengan paradigma baru pengawasan yang dikembangkan. Dan dengan kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan  bagi kita semua, sehingga tata laksana, manajemen keuangan, pengadaan barang dan jasa di lingkungan Unib semakin baik kedepannya,” pungkasnya.(rsi)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Paradigma Baru Pengawasan Aset, Barang dan Jasa Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai