Wednesday, 1 March 2017

Menyambangi Harum, Bayi Penderita Gizi Buruk

PEDULI: Ketua TP PKK RL, Hj. Fitri Hertika Sari, SE menggendong Harum, bayi giri buruk. Foto: Bambang Radar Pat Petulai.

Usia 4 Bulan, Berat Cuma 3,4 Kg

KETUA TPP PKK RL, Hj. Fitri Hertika Sari, SE secara mendadak mendatangi RSUD Curup. Bukan dalam rangka sidak, tapi untuk melihat langsung kondisi Harum, bayi yang menderita gizi buruk.

BAMBANG TRIYONO, Curup

Setibanya di rumah rumah sakit, Hj. Fitri Hertika Sari bersama rombongan langsung menuju ruang anak Kelas 2, tempat Harum dirawat. Raut wajahnya langsung berubah sedih ketika kondisi buah hati pasangan Slamet Santoso (39) dan Ismiati (33) warga Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya itu.
Di usianya yang sudah 4 bulan, bobot tubuhnya hanya 3,4 Kg. Lalu dengan lembut ia langsung menggendong harum. Sebagai seorang ibu, tentu ia ikut merasakan kesedihan yang dialami orang tua bocah malang itu.

Di sela-sela menggendong Harum, Hj. Fitri terus memberikan semangat kepada Ismiati dan meminta untuk tidak terlalu terbebani dengan pikiran. Sebab pemerintah daerah akan membantu semaksimal mungkin untuk membantu kesembuhan Harum.
"Mendatangi pasien dan memberikan bantuan saja tidaklah cukup. Pemantauan secara rutin harus dilakukan semua pihak, termasuk memperhatikan asupan gizinya itu yang utama," tegas Fitri.
“Saya sudah menitipkan Harum ke pihak rumah sakit untuk benar-benar memberi perawatan yang maksimal. Termasuk menghubungi Camat Bermani Ulu Raya agar turut menjaga anak pertama bapak Slamet dan ibu Ismiati yang tinggal bersama neneknya di desa,” lanjutnya.  

Ia sendiri mengaku baru siang kemarin mengenai kondisi Harum. Saat mendapat kabar dari dokter Diana jika di ruang anak ada pasien gizi buruk. Fitri menegaskan kasus Harum merupakan kasus gizi buruk pertama di tahun 2017. Karena itu penanganan yang dilakukan harus maksial. Selain itu, upaya pencegahan juga akan terus dilakukan TP PKK RL dengan melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi ibu hamil. "Setiap ada laporan, saya bersama ibu-ibu PKK pasti akan langsung meninjaunya agar bisa cepat ditangani," ucap Fitri.

Sementara itu, Slamet Santoso mengungkapkan Harum lahir empat bulan lalu melalui operasi caesar karena posisinya sungsang. Namun kondisinya baru diketahui seminggu yang lalu saat pihak Posyandu datang kerumahnya untuk melakukan penimbahan. Petugas kaget saat ditimbang bobot tubuh Harum hanya 3,3 Kg sedangkan usianya sudah empat bulan.

Orang posyandu lantas menyarankan agar Harum dibawa ke Puskesmas Kampung Melayu. Dari sana disarankan untuk dibawa ke Poli anak RSUD Curup. “Saya pikir hanya pengecekan saja, ternyata harus menjalani rawat inap. Anak saya mengalami TB Kelenjar yang membuat asupan makanan berkurang hingga mengakibatkan gizi buruk jadi harus mendapat perawatan khusus,” ungkapnya.

Setelah dirawat di ruang anak dan dipasang selang, tubuh Harum mengalami kebiru-biruan. Karena itu ia meminta dokter melepas selang dan untuk asupan makanan menggunakan dot. "Bobot tubuh Harum sempat naik 3 ons namun lantaran kurang tidur karena banyak pasien lain bobotnya turun lagi dan bertahan di 3,4 Kg," imbuhnya.

Slamet berharap pemerintah bisa membantu pengobatan anaknya, sebab selama Harum dirawat, ia tak bisa bekerja mencari nafkah. Sedangkan anak pertamanya yang berusia 6 tahun dititipkan dengan neneknya. Di samping itu, selain memperhatikan kesehatan Harum, ia juga harus memperhatikan kesehatan istrinya. Sebab usai melahirnya empat bulan lalu, kondisi fisik istrinya lemah akibat kurang istirahat menjaga Harum. "Kami ingin cepat pulang dan Harum sembuh," ucapnya lirih. (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Menyambangi Harum, Bayi Penderita Gizi Buruk Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai