Friday, 10 March 2017

Korban Menolak Didirikan Tenda dan Dapur Umum

Pemberian bantuan kepada 6 kepala keluarga yang terkena bencana angin puting beliung.
CURUP RPP – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) RL bergerak cepat menangani bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Talang Belitar Kecamatan Sindang Dataran. Kepala BPBD RL, Basuki, S.Sos melalui Kasi Logistik, Andi Purwanto, SKM mengatakan pasca kejadian TRC langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengkajian secara cepat dengan mengumpulkan data untuk selanjutnya diambil langkah-langkah penanganan awal terhadap korban.

Hasil pendataan tim di lapangan disimpulkan untuk didirikan 3 titik terpal yakni tenda pengungsian dan tenda umum atau dapur umum. Namun pendirian batal dilakukan karena korban menolak untuk didirikan tenda pengungsian dan dapur umum. Alasannya, mereka masih bisa tinggal dan memasak di rumah. "Karena itulah kita tidak jadi mendirikan tenda umum dan dapur umum," jelas Andi.

Namun warga bersedia menerima bantuan yang diberikan. Data terhimpun bantuan datang dari BPBD, sosial dan baznaz. Dari BPBD RL disalurkan bantuan tanggap darurat kepada 6 kepala keluarga (KK) berupa 1 paket peralatan dapur, 1 paket familykit serta satu paket alat kesehatan keluarga. Dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinos PMD) RL, berupa bantuan tenda gulung, matras, 1 paket familykit, selimut, 1 paket food ware dan satu paket lauk paut.

Sedangkan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten RL diberikan bantuan uang sebesar Rp 750.000 untuk 6 KK yang jadi korban. "Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban saudara kita yang terkena bencana, paling tidaknya bisa membantu dalam membeli material bangunan mengingat 6 KK ini mengalami kerusakan rumah," ujar Ketua Baznas RL, Drs. H. Rasyid Djamak. (ben)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Korban Menolak Didirikan Tenda dan Dapur Umum Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai