Sunday, 5 March 2017

Kepsek Diganti, Ratusan Murid SMA Demo

DEMO. Ratusan siswa dan siswi salah satu SMAN di RL ini demo turun ke jalan menolak pergantian kepala sekolah. FOTO : Yunita Mekar Rizki
CURUP RPP – Gubernur Bengkulu Dr. H. Ridwan Mukti, MH kemarin (3/3) melantik dan mengukuhkan 171 kepala SMA/SMK se-Provinsi Bengkulu. Para kepala sekolah (kepsek) yang dilantik dan dikukuhkan ini merupakan kepsek lama yang mengantongi SK dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Bukan kepsek baru yang mengantongi SK bupati. 

Untuk Rejang Lebong (RL) sendiri, ada 21 kepala SMA/SMK yang dilantik dan dikukuhkan oleh bubernur. Masing-masing 14 orang Kepala SMA Negeri dan 7 orang Kepala SMK Negeri. Dari daftar yang diterima wartawan, komposisi kepsek ini tidak banyak mengalami perubahan dari sebelumnya. 

Belakangan, keputusan gubernur melantik dan mengukuhkan kepsek berdasarkan SK BKN menuai polemik. Jumat pagi, ratusan murid SMAN 3 Rejang Lebong menggelar aksi demo. Mereka menolak kepsek mereka yang sekarang yakni Wardoyo, M.Pd diganti dengan kepsek yang lama yakni Nurcahya Megawati, SE.  

Dalam aksi yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB itu, ratusan murid melakukan aksi berjalan kaki dari sekolah yang berada di Desa Tabarena hingga ke pungguk batu di Kelurahan Dusun Curup Kecamatan Curup Utara, setelah itu kembali lagi ke sekolah. Sepanjang perjalanan mereka terus meneriakkan penolakan atas pergantian Wardoyo. 

Informasi diterima wartawan, aksi ini terjadi secara spontan. Saat mendengar Wardoyo akan diganti dengan kepsek yang lama yakni Nurcahya Megawati, murid-murid langsung menangis tidak terima. Hingga terjadilah aksi demo dengan berjalan kaki keluar sekolah. Namun meski terjadi spontan, aksi tetap mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian. 

Koordinator aksi, Ajis Herdiansyah mengaku mereka sangat keberatan jika kepala sekolah kembali diganti dengan kepala sekolah yang lama. Alasannya, sejak dipimpin oleh Wardoyo, sekolah mereka banyak mengalami perubahan. Misalnya saja, pihak sekolah tahun ini menyanggupi akan menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Meskipun sekolah tidak memiliki komputer yang memadai untuk melaksanakan UNBK namun Wardoyo berani menggunakan sementara duit pribadinya untuk membeli 50 unit komputer demi mendukung terlaksananya UNBK. 

Selain itu, tingkat kedisiplinan juga meningkat dan banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya. "Kami melakukan aksi ini tidak ada yang menyuruh atau diminta oleh siapapun. Murni inisiatif kami sendiri karena tidak terima pak Wardoyo akan pindah," kata Ajiz.

Wakil Sarana SMAN 3 RL, Amirudin membenarkan memang Wardoyo sudah membeli 50 unit komputer dengan uang pribadinya untuk mendukung terwujudnya UNBK. Hal ini sudah diketahui oleh komite sekolah.
Kapolres RL, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, S.Ik yang turun langsung ke lokasi mengatakan aksi ini hanya sekedar wujud ekspresi kesedihan para murid karena akan ditinggalkan kepala sekolah pindah ke tempat tugas yang baru. Kendati demikian pihaknya tetap melakukan pengawalan untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. (ymr)

Jangan Sampai Putus
Tali Silaturahmi

GUBERNUR dalam amanatnya berpesan agar para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan amanah sebaik-baiknya. Setelah ini pemprov akan melakukan pemetaan agar penempatan guru dan kepala sekolah lebih merata dan tidak menumpuk di kota saja.

“Kita lakukan pemetaan dulu supaya akses pendidikan tersebar dan merata. Sebab sejauh ini masih ada beberapa kecamatan yang tidak SMA/SMK-nya. Ini harus kita sikapi secara cepat. Ditargetkan dalam 2 tahun ke depan tidak ada lagi kecamatän yang tidak SMA atau SMK,"ujarnya.

Ditambahkan Gubernur yang paling penting dari pelimpahan kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi ini, para guru jangan memutuskan tali silaturahmi dengan bupati dan walikotanya. Sebab dalam penentuan jabatan kepala sekolah, gubernur akan mempertimbangkan masukan dan rekomendasi dari para bupati dan walikota untuk dijadikan proritaskan. 

Sekedar mengulas, polemik SK ganda ini terjadi setelah adanya keputusan pusat yang mengalihkan pengelolaan SMA/SMK dari dinas pendidikan kabupaten ke dinas pendidikan provinsi. Sebenarnya rencana alih status ini sudah sejak awal 2016 disampaikan. Karena itu, pada 3 Oktober 2016 BKN mendata seluruh guru SMA-SMK berikut para kepala sekolahnya untuk nantinya diterbitkan SK. Saat itu pemerintah pusat sebenarnya sudah mengingatkan para kepala daerah untuk tidak lagi melakukan mutasi kepala sekolah sebab yang akan diberlakukan nantinya adalah SK dari BKN.

Akan tetap pasca pendataan itu, hampir seluruh kepala daerah tetap melakukan mutasi kepala sekolah. Mereka ini bertugas dengan mengantongi SK bupati/walikota. Permasalahan baru muncul setelah awal 2017 pengalihan status pengelolaan SMA/SMK resmi diberlakukan. 

Para kepala sekolah yang sudah dicopot kembali mendapat SK dari BKN untuk bertugas ditempat yang lama. Padahal posisi mereka yang lama sudah diisi oleh pejabat yang baru hasil mutasi kepala daerah. Kondisi ini tak pelak membuat para mantan kepsek dilanda dilema. (rsi)

Kepala SMA/SMK di RL yang Dilantik dan Dikukuhkan

NAMA                    JABATAN
1.    Mawardi, S.Pd             Kepala SMAN 1 Rejang Lebong
2.    Hamdan Mahyudin, S.Pd, MM     Kepala SMAN 2 Rejang Lebong
3.    Nurcahya Megawati, SE         Kepala SMAN 3 Rejang Lebong
4.    Riskan Efendi, S.Pd         Kepala SMAN 4 Rejang Lebong
5.    Tuharlan Efendi, M.Pd         Kepala SMAN 5 Rejang Lebong
6.    Pujihastuti, S.Pd         Kepala SMAN 6 Rejang Lebong
7.    Helmi SS             Kepala SMAN 7 Rejang Lebong
8.    Suprehaten, S.Pd         Kepala SMAN 8 Rejang Lebong
9.    Yusniarsih, SE             Kepala SMAN 9 Rejang Lebong
10.    Susi, S.Pd             Kepala SMAN 10 Rejang Lebong
11.    Hermanto, S.Pd             Kepala SMAN 11 Rejang Lebong
12.    Ronald Sanjaya, S.Pd         Kepala SMAN 12 Rejang Lebong
13.    Hartomo, S.Pdi             Kepala SMAN 13 Rejang Lebong
14.    Bastiar, S.Pd             Kepala SMAN 14 Rejang Lebong
15.    Drs. H. Azhar            Kepala SMKN 1 Rejang Lebong
16.    Drs. Hartono             Kepala SMKN 2 Rejang Lebong
17.    Asep Suparman, S.Pi, M.Pd    Kepala SMKN 3 Rejang Lebong
18.    Agustinus DD Sumantri, M.Pd    Kepala SMKN 4 Rejang Lebong
19.    Muslim, S.Ag             Kepala SMKN 5 Rejang Lebong
20.    Azazi Yanto, S.Pd         Kepala SMKN 6 Rejang Lebong
21.    Hj. Sukarsih, S.Pd, M.Pd     Kepala SMKN 7 Rejang Lebong 
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Kepsek Diganti, Ratusan Murid SMA Demo Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai