Thursday, 2 March 2017

Api Membesar, Petugas Pingsan dan Patah Kaki

SIMULASI: Dua petugas damkar mendapat pertolongan karena cidera saat melakukan pemadaman. Foto: Buyono Radar Pat Petulai.
CURUP RPP – Kebakaran hebat terjadi di lingkungan kantor bupati. Beberapa unit mobil pemadam bahaya kebakaran (PBK) bersama puluhan petugas langsung bergerak ke lokasi. Tanpa menunggu lama, mereka langsung berjibaku di tengah panasnya suhu untuk menjinakkan si jago merah.

Namun upaya petugas untuk memadamkan api tidak mudah. Banyaknya bahan yang mudah terbakar dan kencangnya henbusan angin membuat kobaran api terus membesar. Mereka harus berjuang keras meskipun nyawa taruhannya. Bahkan dua orang petugas terpaksa harus mendapat perawatan medis karena cidera. Satu orang patah kaki dan satu lagi pingsan. Namun semua itu tidak mengendorkan semangat petugas. Berkat kerjasama tim yang baik, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Kisah di atas hanya simulasi yang dilakukan personel PBK dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Pemadam Kebakaran (Damkar) ke 98 tahun 2017. Demo digelar di halaman kantor bupati RL seusai pelaksanaan upacara Rabu (1/3) pagi. Bangunan yang dijadikan bahan demo hanya sebuah gubuk yang terbuat dari bambu dan kardus. Ini semua ditampilkan untuk memberi gambaran betapa sulitnya pekerjaan pemadam kebakaran saat menghadapi api yang cukup besar.

Merokok, Petugas Kena Tegur


Sayangnya, unjuk ketangguhan ini dicederai oleh ulah beberapa oknum petugas. Hal ini membuat Bupati Rejang Lebong (RL) DR (HC) H. Ahmad Hijazi, SH, M.Si sedikit kecewa. Setelah simulasi berlangsung, bupati langsung mengumpulkan seluruh petugas PBK dan memberikan arahan.

Rupanya bupati melihat ada beberapa personel PBK yang merokok saat melakukan demo pemadaman. Ia minta hal seperti itu tidak terulang lagi, apalagi saat memadamkan kebakaran yang sebenarnya.
"Saya tidak melarang mereka merokok, karena itu hak azazi manusia. Tapi itu tidak etis, merokok juga ada tempatnya bukan di sembarang tempat. Jadi dalam bertugas harus menjalankannya dengan baik," ujar Bupati.

Orang nomor satu di RL itu juga memberikan warning kepada SKPD yang baru saja terbentuk beberapa bulan lalu itu. Bupati mengaku tidak ingin ada laporan ketika terjadi kebakaran PBK tidak siap seperti mobil rusak atau habis minyak. Oleh karena itu, ia menginginkan seluruh armada PBK dilakukan pengecekan secara rutin kondisinya dua hari sekali, untuk memastikan bahwa kondisinya siap pakai.

Bupati juga menegaskan bahwa pemkab saat ini konsen dalam pengadaan mobil tangki untuk menyuplai air kepada armada Damkar. Pasalnya saat ini pemkab baru memiliki 3 unit tangki. "Jadi nanti kalau ada kebakaran tangki ini yang mobile mengangkut air untuk disuplay ke Damkar. Nanti Damkar tetap ditempat menyemprotkan air. Khusus untuk kecamatan yang jauh kita akan upayakan ada mobil damkarnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran RL, Drs. H. Sumardi, M.Si menambahkan, saat ini mereka baru memiliki 8 unit Damkar dan 3 unit mobil tangki air. Satu unit mobil Damkar sedang mengalami kerusakan ringan. "5 unit Damkar di Curup, 1 unit di Kota Padang, 1 unit di PUT dan 1 unit lagi di Bermani Ulu. Ke depan kita akan tambah untuk Sindang Dataran, Sindang Kelingi," singkatnya. Upacara sendiri berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wabup H. Iqbal Bastari, S.Pd MM dan para pejabat lainnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Api Membesar, Petugas Pingsan dan Patah Kaki Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai