Friday, 17 February 2017

Tempo 6 Jam, Dua Pelaku Ditangkap

Korban Sakit Hati Anak Disebut Lonte

 
Press rilis Polres Kepahiang, setelah berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan.
BERMANI ILIR RPP – Hanya dalam tempo 6 jam setelah kejadian, dua pelaku pembunuhan terhadap Rudi Hartono alias Hermen (39) warga Desa Taba Baru Kecamatan Bermani Ilir berhasil diringkus. Kedua pelaku kakak beradik Suparman (22) dan Suparno (20) diringkus jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bermani Ilir (BI) bersama Satuan Reserse Kirminal (Satreskrim) Polres Kepahiang.

Kapolres AKBP Ady Savart PS SH, MH didampingi Pjs Kasatreskrim AKP Khoiril Akbar kemarin (16/2) mengungkapkan kedua pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda. Usai kejadian kedua pelaku melarikan diri ke arah perbatasan Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lintang Empat Lawang. Namun sebelum berhasil menyeberang lebih jauh Suparman berhasil dibekuk di salah satu rumah warga Desa Batu Kalung sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (15/2). Sedangkan Suparno ditangkap Kamis siang 11.00 WIB di salah satu pondok kebun warga Desa Talang Tige Kecamatan Muara Kemumu.
"Keduanya takut terjadi amuk masa atau balas dendam dari warga dan keluarga korban, maka keduanya melarikan diri untuk mencari perlindungan bukan untuk melarikan diri," ungkapnya.

Khoirul Akbar menuturkan motif pembunuhan bermula dari perkara sepele. Dimana ada ketersinggungan antara korban dan pelaku. Kejadian bermula saat salah seorang pelaku mengucapkan perkataan kurang pantas terhadap anak korban sekitar dua bulan sebelum kejadian. Saat itu anak korban melintas di harapan Suparno yang tengah berkumpul diharapkan kawan-kawan. Diduga Suparno menyebutkan lonte terhadap anak korban yang berstatus janda sehingga mengundang tawa dari rekan-rekan Suparno. Hal ini membuat anak korban tersinggung dan mengadu kepada bapaknya. Akibat perkara tersebut membuat korban dan pelaku menjadi bersitegang hingga akhirnya terjadilah pertarungan maut hingga menyebabkan korban bersimbah darah dan tewas.
"Dari keterangan saksi diketahui jika kedua pelaku menantang korban yang saat itu tengah menukang (Kuli, red) membangun rumah. Keduanya menantang korban, hal itu tak pelak menyulut emosi korban hingga mendatangi kedua pelaku di TKP," ungkap Khoiril.

Menurutnya, saat tiba di lokasi, Suparman melempari korban menggunakan sebuah batu hingga korban terjatuh. Kesempatan itu digunakan pelaku untuk membacok korban secara membabi buta. Akibatnya korban mengalami luka parah di bagian kepala, leher, wajah kiri, dada, perut, punggung dan tangan kiri. "Untuk sementara, Suparman resmi kita tetapkan tersangka sementara Suparno masih dilakukan proses pemeriksaan sebab baru ditangkap," sebut Khoiril.

Atas perkara pembunuhan ini polisi menjerat tersangka dengan Pasal 170, 338, 351 ayat 3 dan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman 20 tahun penjara. "Barang bukti yang kita amankan  parang dan pedang serta pisau milik korban dan tersangka, kemudian sebulah besi panjang yang dibawa korban saat mendatangi tersangka di lokasi kejadian. Lalu pakaian dan sepatu korban yang bercak darah serta batu kemudian barang bukti lainnya," tuturnya.

Diyakini kasus ini merupakan kasus pembunuhan berencana karena tersangka sudah menyiapkan senjata tajam berupa parang dan pedagang dari rumah. Kemudian adanya tantangan tersangka kepada korban untuk berduel, sehingga diyakini menjadi bukti jika rencana menghabisi nyawa korban sudah disusun sebelum kejadian. "Dihadapan penyidik tersangka mengaku membunuh karena membela diri, sekarang perkara masih dalam pengembangan kita," katanya.

Sementara itu Suparno saat ditanyai mengakui perkelahian berawal dari tantangan korban terhadap keluarganya. "Saya naik pitam ketika dia (Korban, red) mengatakan kalau kami tiga beranak (Satu keluarga, red) tidak akan bisa membunuh orang," ujar Suparno menirukan ucapan korban sebelum kejadian.

Dengan kondisi tangan terborgol dan memakai baju tahanan Suparno mengakui kasus perkelahian bermula saat dirinya tengah duduk nongkrong bersama beberapa rekannya. Saat itu anak korban melintas lalu Suparno dan rekannya tertawa hingga membuat anak korban tersinggung dan melapor kepada korban. "Waktu itu kita sedang duduk-duduk saja, seketika anaknya lewat kita tertawa lalu anaknya tersinggung dan melapor maka terjadilah keributan," ucap Suparno. (ton)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Tempo 6 Jam, Dua Pelaku Ditangkap Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai