Monday, 13 February 2017

Petani Sayur Keluhkan Harga Panen


PETANI di Kabupaten Rejang Lebong (RL) masih mengeluhkan permasalahan harga hasil panen sayur mayur mereka. Meski beberapa kali terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan di pasaran, namun hal itu tidak pernah dialami oleh petani. Seperti dikatakan Suyatmi (42), petani sawi di Kecamatan Selupu Rejang.

Menurutnya, harga sayur mayur di tingkat petani saat ini masih tergolong rendah dan tidak sesuai jika dibandingkan dengan berbagai permasalahan yang dialami petani. Mulai dari kelangkaan pupuk, cuaca ekstrem yang berdampak pada meningkatnya penggunaan pupuk dan pestisida, hingga pada mahalnya harga pestisida itu sendiri.

Suyatmi menuturkan, harga sawi pahit ada pada kisaran Rp 700 per kilogram, dan sawi bola Rp 1.000 per kilogram sudah diantar sampai ke gudang sayuran. Harga ini tergolong sudah cukup mahal bagi petani. Sedangkan jika sudah sampai di pasar, harganya bisa mencapai Rp 3 ribu atau Rp 5 ribu per kilogramnya. "Susahnya petani ini kan, harga panen sayuran ini tidak sebaik cerita kala hasil panen kami ini sudah sampai di pasar. Padahal kami yang merawatnya hingga menjadi sayur siap olah, tapi harga tidak pernah berpihak kepada petani," keluhnya.

Ia mengharap adanya langkah dari pemerintah untuk menstabilkan harga atau paling tidak membantu petani untuk menjaga stok pupuk agar tidak pernah telat atau hilang dari pasaran. "Petani itu sangat erat kaitannya dengan pupuk, makanya kami berharap pemerintah bisa menjaganya bagaimana caranya agar persediaan pupuk ini selalu ada dan mudah untuk didapatkan, tidak seperti sekarang susah," ungkap Suyatmi. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Petani Sayur Keluhkan Harga Panen Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai