Friday, 10 February 2017

Petani Aren Butuh Solusi dari Pemerintah, Daeng: Tidak Ada Pembinaan

Daeng Oktora
MENCUATNYA kabar gula aren yang mengandung detergen ternyata membuat para petani aren merasa tersudutkan. Meskipun diakuinya bahwa pencampuran nira aren dengan detergen tersebut tidak sehat dan bisa menyebabkan penyakit, namun selama ini menurutnya memang tidak ada pembinaan dari SKPD terkait di RL.

Seperti dikatakan oleh salah satu petani aren di Desa Kepala Curup Kecamatan Binduriang, Daeng Oktora. Ia menceritakan, proses penyampuran detergen oleh petani aren tersebut sebenarnya tidaklah dalam jumlah yang banyak.

Karena serbuk detergen tersebut dimasukkan dalam sebuah wadah, kemudian diaduk atau dikocok-kocok hingga hancur. Baru kemudian dimasukkan dalam sebuah wadah menyerupai wadah spiritus, lalu detergen itu di letakkan kedalam bambu yang menjadi wadah nira saat penyadapan.
Dengan tujuan untuk mengurangi rasa asam pada nira yang baru selesai disadap tersebut. "Jadi menurut saya ini bukan dicampur, hanya diberikan sedikit detergen. Sebenarnya dulu ada akar untuk mengurangi rasa asam itu, namanya akar senukut. Tapi sekarang tidak ada lagi, makanya pakai detergen itu," ujar Daeng.

Ia sangat mengharapkan secepatnya dinas terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian, UKM dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan pembinaan kepada para petani aren dan memberikan solusi pengganti detergen itu. Sehingga kesehatan konsumen gula aren ini juga bisa lebih terjamin.
"Dinas terkait harus segera turun tangan memberikan solusinya, jangan sampai nanti kami sebagai petani aren ini merasa terpojokkan terus. Sementara solusinya tidak ada, kalau BPOM melakukan pengecekan itu memang kerjaan mereka tapi kami minta solusinya sebagai pengganti detergen itu apa?" tegasnya.(yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Petani Aren Butuh Solusi dari Pemerintah, Daeng: Tidak Ada Pembinaan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai