Sunday, 26 February 2017

Ngaku Kapolsek, Bantai Sapi Bunting


ARMA JAYA RPP - Kawanan pelaku pencurian hewan ternak (Curnak) semakin berani. Berbagai modus dilakukan pelaku untuk melancarkan aksinya. Termasuk mengaku sebagai Kapolsek untuk mengelabui warga. Ini terjadi di Bengkulu Utara, Jumat (24/2)

Korbannya Nengah Muspe (44) warga Desa Sumber Agung Kecamatan Arma Jaya. Sapi miliknya yang tengah bunting 6 bulan dibantai pelaku di lokasi kebun karet tak jauh dari rumah korban. Aksi ini sempat diketahui salah satu warga, hanya saja pelaku berhasil mengelabui warga setelah mengaku sebagai oknum kapolsek dari Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

Dasim (40) warga yang sempat dijumpai pelaku mengungkapkan peristiwa terjadi Jumat (24/2) dinihari sekitar pukul 02.30 WIB. Ketika dia sedang duduk di pos ronda tiba-tiba melihat mobil jenis Toyota Avanza berhenti di dekat rumah korban. Curiga akan hal itu, Dasim langsung beranjak dari pos berniat hendak mendekati mobil tersebut. Namun tiba-tiba salah seorang pria berbadan tegap langsung turun dan mendekati pos. Sesampainya di pos ronda, pelaku mengenalkan diri sebagai kapolsek dan tengah dalam misi melakukan pencarian sepeda motor yang hilang. Pria itu lantas mengajak ia berbincang sementara mobil pergi entah kemana.

Setelah berbincang selama 15 menit, mobil datang lagi dan pria lalu beranjak naik ke mobil dan langsung tancap gas menuju arah Bengkulu. "Saya disuruh jaga pos ditemani satu orang, kalau ada motor lewat tolong pukul kentongan. Eh ternyata saat itu, pelaku lainnya sedang memotong sapi milik pak Nengah (Korban, red)," tutur Dasim, saat berada di lokasi kejadian kemarin.

Sementara Nengah Muspe menjelaskan kejadian itu diketahui sekitar pukul 03.30 WIB saat itu dirinya keluar rumah. Ia kaget ketika melihat kandang sapi yang hanya berjarak 3 meter dari dapurnya sudah kosong. Upaya pencarian langsung ia lakukan, namun sia-sia sebab tak satupun warga mengetahui keberadaan sapinya itu. Sekitar pukul 06.00 WIB ada salah seorang warga menemukan isi perut sapi berikut anak sapi berada di kebun karet yang hanya berjarak 50 meter dari rumah korban. Melihat kejadian itu, warga menduga bahwa sapi tersebut milik korban. "Sebelumnya sapi saya ditawar orang dengan harga Rp 20 juta. Nah usai kejadian, warga langsung menemui saya, saat dicek ternyata tinggal kotoran dan anaknya di bawah batang karet. Saat itu juga saya langsung lapor polisi," lanjut Nengah.

Kapolres BU AKBP Andhika Vishnu, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, S.IK membenarkan kejadian tersebut. Usai menerima laporan korban pihaknya langsung menuju lokasi guna olah TKP. Menurut Jufri, pelaku yang diperkirakan mencapai empat orang tersebut tergolong cerdik. Apalagi dalam aksinya pelaku mengaku-ngaku sebagai oknum perwira. Atas kejadian ini pelaku mengalami kerugian mencapai Rp 20 juta. "Kami masih berupaya melakukan pengejaran, untuk itu kepada warga kami imbau untuk terus waspada dan menjalankan giat ronda secara rutin," singkat Kasat. (paj)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Ngaku Kapolsek, Bantai Sapi Bunting Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai