Monday, 27 February 2017

Merigi Diterjang Badai, BMKG: Cuaca Buruk Hingga Awal Maret

RUSAK: Angin menyebabkan pohon roboh dan menimpa sebuah bangunan SD di Merigi. Foto: IST Radar Pat Petulai
CURUP RPP - Sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu masih berada dalam puncak musim hujan. Hingga akhir Februari peningkatan intensitas curah hujan masih terjadi.

Khusus untuk wilayah Rejang Lebong, perlu lebih diwaspadai sebab hingga beberapa hari ke depan, daerah ini masih akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir atau guntur. Hujan berpotensi terjadi pada siang menjelang sore hari dan malam hingga dini hari. Tingginya curah hujan ini berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor dan meluapnya air sungai. 

Selain itu perlu juga diwaspadai angin kencang. Sebab meski potensinya kecil, namun angin kencang masih mengancam sebagian besar wilayah Kepahiang dan Rejang Lebong. Seperti kejadian kemarin sore, hujan disertai angin kencang merobohkan pohon hingga menimpa bangunan SD 05 Merigi Kabupaten Kepahiang.

Selain itu, angin kencang juga menerbangkan beberapa atap bangunan, salah satunya melanda kantor pemasaran sebuah perumahan di Desa Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang.
Pada peristiwa yang terjadi Minggu (26/2) sekira pukul 14.05 WIB itu menyebabkan atap-atap beterbangan dan menimpa kebun cabe warga. Tak hanya itu, keganasan angin puting beliung itu juga menerbangkan atap pondok berukuran 3 x 4 milik Marimin.

Menurut penuturan Suyanto (67) warga setempat, saat kejadian terlihat gumpalan kabut hitam bergulung-gulung dari arah bukit basah. Dalam sekejap gumpalan kabut hitam langsung menerbangkan atap ruko dua pintu tersebut. Seng-seng yang beterbangan jatuh ke areal kebun Cabai milik Wiwid. Akibatnya sekitar seperempat hektare kebun cabai rusak. "Aku nengok nian dari kaca jendela rumah, sebab aku menahan pintu agar tidak terbuka," ujar Suyanto.

Sementara warga lainnya, Lise (26) mengungkapkan setelah angin puting beliung terjadi, terdengar suara petir keras menggelegar sebanyak satu kali. Saat badai melanda, ia tak berani keluar rumah. Ia hanya mendengar suara seng beterbangan berdesing bak pesawat dan lalu jatuh dan menimbulkan suara keras. "Raso-raso nak kiamat tadi tu, untunglah rumah kami idak begitu parah rusaknya, cuma tiang rumah agak terangkat dikit. Tapi sekarang la dibenari," ucapnya.

Berdasarkan siaran pers Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dari tinjauan kondisi atmosfer beberapa hari ke depan terdeteksi adanya aliran udara basah dari Samudera Hindia yang menyebabkan wilayah Sumatera bagian Selatan, Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek cenderung dalam kondisi yang cukup basah. Munculnya area perlambatan dan pertemuan angin mengakibatkan kondisi udara menjadi tidak stabil sehingga menyebabkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan petir. Kondisi tersebut didukung dengan kuatnya monsun Asia yang menyebabkan batas wilayah udara basah terkonsentrasi di sekitar pesisir selatan Jawa.

Suhu muka laut (SML) di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat berkisar antara 28 - 30 °C, dengan anomali SML 2 - 4 °C. Kondisi ini mengindikasikan suplai uap air sebagai pendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat dan Sumatera relatif tinggi. Nilai kelembaban relatif di wilayah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Papua Barat pada lapisan 850 dan 700 mb umumnya bernilai >70 %, menunjukan bahwa kondisi udara basah yang berpotensi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan cukup signifikan di wilayah tersebut.

Diperkirakan potensi hujan akan meningkat dalam beberapa hari kedepan, khususnya di wilayah pantai barat Sumatera, Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, Bengkulu, Riau, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi bagian Tengah, Sulawesi bagian Selatan, dan sebagian besar Papua.

Terkait dengan hal tersebut, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, DR. Yunus S. Swarinoto, M.Si meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat disertai angin kencang dan berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang maupun genangan. (wsa)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Merigi Diterjang Badai, BMKG: Cuaca Buruk Hingga Awal Maret Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai