Monday, 20 February 2017

Mengunjungi Elsinta, Bocah Penderita Tumor di Dada

Kondisi Terus Menurun, Berobat ke Jakarta tak Ada Biaya


PRIHATIN: Wabup Kepahiang, Netti Herawati, S.Sos ketika mengunjungi Sinta, bocah penderita tumor.
MALANG nasib Elsinta Ramdani (7). Di usia yang masih belia ia sudah harus berjuang melawan tumor yang menggerogoti tubuhnya. Namun apa daya, untuk berobat lebih baik orangtuanya tidak mampu. Harapan kini hanya ada pada para dermawan yang bersedia menyumbangkan sedikit rezekinya untuk membantu biaya pengobatan siswi SD Negeri 17 Kepahiang itu. 
KEMAS IBRAHIM FATONI, Kepahiang 

Rumah kecil berukuran 4 x 6 M di Gang Mangga 1 No 33 RT 9 RW 02 Kelurahan Padang Lekat menjadi tempat bagi bocah yang biasa disapa Sinta ini bernaung sehari-hari. Di rumah berdinding pelupuh dan berlantai tanah ini jugalah, Sinta menghabiskan hari-hari bersama ibunya, Miliyana (40) dan salah satu saudarinya. Miliyana sendiri seorang janda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci baju dengan penghasilan Rp 800 ribu per bulan.

Menurut penuturan Miliyana, Sinta didiagnosa awal mengalami tumor jinak di bagian dada kiri sejak masih berusia 2 tahun. Awalnya Sinta terjatuh dari pondok kebun. Tak tega melihat Sinta merintih kesakitan, Sinta dibawa berobat ke dukun. Ia tidak ke tenaga medis karena tidak punya uang.
Meski sudah diobati oleh sang dukun, namun belum menunjukkan tanda-tanda kesembuhan. Malah pada bagian dada kiri Sinta membengkak dan ada benjolan. Khawatir terjadi hal buruk, ia lantas lalu memberanikan diri membawa Sinta ke RSUD Kepahiang untuk ditangani secara medis. “Ternyata benjolan tersebut berisi cairan. Oleh petugas medis, cairan tersebut disedot untuk dikeluarkan,” ungkapnya.

Setelah menjalani pengobatan medis, ternyata benjolan yang sudah disedot kembali mengalami luka. Ia pun kembali memeriksakan kondisi Sinta ke RSUD Kepahiang. Oleh dokter yang menangani Sinta dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu.
“Luka tersebut menjadi berlubang dan bocor kerap mengeluarkan cairan, bahkan dari awal hanya 1 luka, kemudian meradang pada bagian atas. Saat ini lubang itu hanya ditutup dengan menggunakan perban seadanya,” lanjutnya.

Setelah dibawa ke RSUD M Yunus Bengkulu, dokter  merujuk Sinta agar dioperasi ke Jakarta. Dengan berat hati ia menolak lantaran tidak ada biaya. Kondisi ekonomi keluarga Sinta sangat jauh dari kata cukup. Sang suami sejak kejadian Sinta jatuh dari pondok tidak ada kejelasan, bahkan malah meninggalkan ibunya serta Sinta dan saudarinya. "Kami di sini hanya bertiga, suami saya sudah tak peduli lagi. Menjerit hati ini saat melihat anak saya merintih kesakitan, saya hanya bisa berdoa, dakmi matei ko nak,” ucapnya lirih.

Kini Miliyana terpaksa meninggalkan sejenak pekerjaannya sebagai tukang cuci di rumah salah seorang tenaga kesehatan Edwin (34) di jalan baru karena kondisi Sinta mengalami penurunan. "Memang Sinta kalau sedang kambuh sering mengeluarkan darah baik dari luka didadanya maupun dari hidung dan mulut, saya cemas sekali, saya berharap bantuan dan uluran tangan dari semua pihak agar Sinta bisa berobat ke Jakarta," harapnya.

Sementara itu, informasi mengenai kondisi memprihatinkan Sinta mendapat perhatian langsung dari Wabup Kepahiang, Netti Herawati, S.Sos. Bersama anggota DPRD Kepahiang, Abdul Haris, Wabup mengunjungi langsung Sinta di kediamannya kemarin sekaligus memberikan bantuan. "Nanti kita bantu, ibu sabar ya, karena ini harus segera diobati. Kalau nanti harus ke Jakarta kita akan sama-sama sama bantu," ungkap Wabup dengan mata berkaca-kaca.

Kepada pihak terkait ia mengharapkan Sinta segera ditangani sebelum kondisinya semakin parah. Rencananya hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang juga akan berkordinasi dengan BPJS karena Sinta sudah memiliki kartu KIS namun ada data yang salah. "Kita akan segera kordinasi dengan dinas kesehatan dan BPJS,karena kartu KIS Sinta ada data yang salah," terang Edwin.

Pada hari Minggu (19/2) siang pihak Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang juga telah memberikan bantuan masa panik kepada Milliyana. "Berhubung hari ini, (Kemarin, red) kita ada kegiatan, maka kami bagi bagi tugas, bidang sosial langsung menyerahkan bantuan ke rumah Milliyana, ada sembako dan peralatan rumah tangga lainya," singkat Kadis Sosial PMD Kepahiang, Jan Dalos. (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Mengunjungi Elsinta, Bocah Penderita Tumor di Dada Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai