Thursday, 16 February 2017

Mengikuti Prosesi Kedurei Agung di Desa Lubuk Kembang (1)

Lemang, Darah Kambing hingga Ayam Hitam


SAKRAL: Warga Desa Lubuk Kembang saat menggelar Kedurei Agung. Tampak sejumlah bahan yang tersedia, salah satunya darah kambing.
KEDUREI agung merupakan adat asli Rejang yang sudah ada sejak bertahun-tahun silam. Di era modern sekarang ini, prosesi Kedurei Agung sudah jarang dilakukan, hanya beberapa desa yang masih teguh memegang adat istiadat saja yang melaksanakannya. Salah satunya Desa Lubuk Kembang.

BENI ARDIANSYAH, Curup Utara

Puluhan warga tampak duduk rapi memenuhi tenda di depan rumah Kepada Desa Lubuk Kembang, A. Rozi pagi kemarin. Sebagian besar warga yang datang menggunakan pakaian rapi dan berkopiah. Terlihat juga beberapa orang menggunakan pakaian hitam panjang yang menandakan bahwa pengguna pakaian ini merupakan pemangku kepentingan desa dan pemangku kepentingan di acara tersebut.

Di sana juga terdapat sejumlah sesajian yang diletakkan di dalam piring dan nampan. Di atas satu nampan terdapat 3 buah kelapa muda hijau, sesisir pisang dan 3 butir telur ayam kampung. Di nampan lainnya terdapat tiga piring nasi dengan warna berbeda. Satu piring berisi nasi kuning dengan diatasnya terdapat ayam berwarna kuning yang telah dimasak, lalu nasi hitam dengan atasan ayam hitam serta nasi putih yang diatasnya terdapat ayam putih yang juga sudah dimasak. Ada juga Tang Buruk yang merupakan kue orang terdahulu.

Dalam dua nampan lain terdapat nasi putih dengan punjung masing-masing terdapat kambing yang telah dimasak dan di nampan lain terdapat 3 gelas air dengan didalamnya ada jeruk nipis serta sirih. Disedikan pula lemang. Disini terdapat lemang dua warna yakni putih dan merah.

Menariknya, di sana juga terdapat toples yang menampung darah dari kambing dan 3 macam ayam tadi dalam satu toples. Ada sirih, sedingin dan daun senyelwang abang yang akan menjadi alat untuk memercik darah ke sekeliling desa.

Ada juga 3 keranjang yang telah berisikan kemasan-kemasan dalam plastik yang berisikan potongan jaruk nipis, bambu kuning, bambu hijau dan lainnya yang akan dibagikan setiap kepala keluarga di desa.
Sebelum acara dimulai terdapat sirih pamit yang menjadi pembuka acara serta sambutan Kades Lubuk Kembang dan Camat Curup Utara dan tokoh masyarakat. Bacaan doa kepada dari imam setempat kepada Allah SWT sebagai awal pembukaan acara Kedurei Agung dan dilanjutkan dengan membakar kemayan.

Dalam acara yang dipimpin M. Adensyah ini, mendung yang menyelimuti daerah tersebut seakan tertahan. Di awal acara, disampaikan tujuan prosesi yakni dalam bahasa Rejang kenok keduo nak lem penyawap Kedurei ngen masen nazar serto masen patei dengan memanggil kenok keduo atau orang-orang terdahulu seperti ninik pat penggung delapen, ninik buto panggung uben, sudo o megea dukun. Tulei nak sadei dan lainnya hingga 21 jenis orang terdahulu penguasa berbagai lokasi. Sembari mengundang para leluhur, asap kemenyan di atas nampan terus mengepul. (bersambung)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Mengikuti Prosesi Kedurei Agung di Desa Lubuk Kembang (1) Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai