Wednesday, 22 February 2017

Mengenang Kejayaan Band Rock Fenomenal Kota Curup, Three Brothers (2-Habis)

Hendak Disantet, Gagal Rekaman lalu Redup


TERKENAL: Personel Three Brothers kerap mewarnai sampul majalah nasional, salah satunya Majalah HAI.
KISAH sukses grup band rock Three Brothers menembus level nasional tidak semudah membalikan telapak tangan. Mereka harus melalui perjuangan yang berat, dimulai dari menapaki “tangga terbawah” hingga ke puncak kejayaan. Berikut lanjutannya.

BUYONO, Curup

Setelah menjuarai festival musik rock se-Sumbagsel dan mencoba menjajal ajang yang lebih tinggi lagi yakni Festival Rock Indonesia ke 6 yang digelar Log Zhelebour pada tahun 1991, tantangan yang dihadapi personel Three Brothers semakin berat. Mereka bukan hanya harus menghadapi lawan-lawan grup band rock dari seluruh Indonesia yang rata-rata memiliki kualitas mumpuni, tapi juga harus menghadapi serangan secara gaib.

Ya, menurut pengakuan Welly saat final yang digelar di Surabaya, mereka pernah akan disantet orang. Tujuannya, supaya saat tampil di panggung mereka tidak konsentrasi lagi. Akan tetapi, berkat doa dan keyakinan, mereka bisa melalui semua itu. Bahkan bisa kembali berjaya pada festival-festival serupa di tahun-tahun berikutnya.

Dulu nama Three Brothers kerap menghiasi majalah nasional Indonesia sekelas majalah Hai. Bahkan mereka juga pernah diwawancarai dalam sebuah acara gosip sebuah televisi swasta nasional terkait prestasi mereka di ajang festival Log Zhelebour. Beberapa dokumen majalah itupun masih tersimpan rapi oleh Edy. Saat itu, Edy sebagai pemain bass masih berambut gondrong.

Tahun 2004 benar-benar menjadi akhir dari cerita indah dengan segudang prestasi yang dimiliki oleh putra daerah RL ini. Minimnya perhatian pemerintah akan prestasinya membuat band ini harus terseok-seok untuk bisa eksis. Personelnya bermimpi besar, berambisi untuk bisa rekaman hingga kemudian menolak untuk naik panggung lagi. Namun karena keterbatasan ekonomi, akhirnya band ini kini tinggal nama. Kendati menurut Welly nama Three Brothers tetap ada namun tidak seeksis dulu.

Beberapa tahun lalu mereka membentuk Three Brothers Junior (TBJ) yang personelnya terdiri dari anak-anak personel Three Brothers. Tapi sayang, TBJ pun tidak bertahan lama karena personelnya sudah tidak lagi menetap di Curup. Bahkan anak dari Welly yang juga personel TBJ, Andrian Metal dan Lutfan Teguh mencari pengalaman di ibukota dengan menjadi pemain sinetron Cahaya Cinta.

Karena kevakuman Three Brothers itulah, kini personelnya mencari kesibukan lain. Welly ikut sebuah group musik di Kabupaten Musirawas, Puput Irama sebagai Drummer, Eddy Rusli sebagai teknisi alat-alat musik dan Dudi Rusli sebagai pemain keyboard panggilan serta membuka kursus organ tunggal. Di kediaman Welly Rusli juga menyediakan rental musik, Bougenville yang disewakan untuk umum.
"Alat-alat musik kami masih ada semua, memang usianya sudah tua tapi kualitasnya masih bagus. Kita melatih anak-anak kita untuk meneruskan jejak Three Brothers karena nama Three Brothers sudah paten milik kami dan sampai sekarang Three Brothers tetap ada, tidak hilang dari dunia musik," katanya dengan penuh semangat sambil pindah ke rumah Eddy.

Sayapun penasaran ingin mendengar secara langsung dentuman drum dan petikan bass dari Welly dan Edy, hingga kemudian mereka berdua membawakan lagu Setan Morfin dan terdengar bahwa alunan musik yang mereka bawakan masih sangat apik. Setelah itu, mereka berdua sibuk mencari majalah Hai dan juga beberapa foto kopi majalah yang pernah memuat Three Brothers dalam berita.
"Inilah kenangan kami waktu masih jaya, harapan kami ada perhatian pemerintah dalam perkembangan musik di Rejang Lebong. Karena meskipun potensinya ada kalau kurang perhatian pemerintah akan sulit untuk berkembang. Apalagi kita tinggal di kota kecil, jauh dari jangkauan para produser rekaman," curhat Eddy sambil membolak-balik majalan Hai edisi XVII tanggal 23 Februari tahun 2003.

Beberapa lagu-lagu populer milik Three Brothers yakni Setan Morfin (1991), Misteri Kehidupan (1993), Cakrawala (1996), Cita Bangsa (1996) dan Bara Emosi (2000). Tapi tenang, bagi anda penggemar Three Brothers atau yang ingin tahu bagaimana hentakan musik dari grup musik legendaris asal tanah Rejang ini. Anda bisa menyaksikannya pada Festival Musik Rock di Gedung Olahraga Curup pada 12 Maret mendatang. Three Brothers akan tampil dengan personel aslinya di saat masa jaya dulu. Kecuali Alm Tatang yang akan digantikan oleh Andi Lala dan pemain Bass, Edy Rusli akan digantikan oleh Rudi Nere yang juga pernah menjadi bagian Three Brothers tahun 1996 silam. Jadi jangan sampai ketinggalan momen langka ini untuk disaksikan. (selesai)

Tonton video konsernya di sini:

  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Mengenang Kejayaan Band Rock Fenomenal Kota Curup, Three Brothers (2-Habis) Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai