Tuesday, 21 February 2017

Mengenang Kejayaan Band Rock Fenomenal Kota Curup, Three Brothers (1)

"Setan Morfin" Kalahkan Jamrud dan Boomerang



MASIH MEMUKAU: Welly dan Edy menunjukkan permainan Drum dan Bass kepada wartawan RPP dirumahnya.
ERA 90’an, Th ree Brothers tampil sebagai salah satu grup musik rock papan atas Indonesia. Hits berjudul Setan Morfi n menggetarkan panggung musik rock nasional yang digelar Log Zhelebour. Setelah puluhan tahun berlalu sejak masa kejayaan itu, kini generasi muda Curup ingin kembali membangkitkan “aura” sang Setan Morfin ke panggung musik rock Bengkulu.

BUYONO, Curup

Tahun 1987, berdirilah sebuah band beraliran rock di kota kecil nan dingin, Curup. Band tersebut diberi nama Three Brothers. Dengan personel yang masih memiliki ikatan keluarga. Terdiri dari Edy Rusli (Bass), Welly Rusli (Drum), Ewan Rusli (Malody), Dudi Rusli (Keyboard) dan Alm Tatang Riki (Vokalis).

Nama terakhir telah meninggal dunia sejak beberapa tahun lalu. Namun sebelum itu sebenarnya Alm. Tatang juga telah keluar dari Three Brothers dan posisinya digantikan oleh Andi Lala.

Saat ditemui wartawan koran ini dikediamannya yang sederhana di Kelurahan Talang Rimbo Baru, Air Sengak, Curup, Welly Rusli menceritakan pengalamannya bersama Three Brothers mulai masih merintis hingga mencapai puncak kejayaan hingga kemudian meredup dan tinggal sebuah nama.
Duduk lesehan di karpet rumahnya, Welly mulai mengisahkan masa-masa saat pertama band ini berdiri. Menurut Welly, Three Brothers mengawali perjalanan musik dari panggung ke panggung di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Kliping berita nasional mengenai grup fenomenal ini di masanya.
Hingga pada suatu saat, mereka mencoba peruntungan dengan mengikuti festival musik rock di kota pempek, Palembang pada tahun 1988. Di sana Three Brothers berhasil meraih juara I dan mewakili Sumbagsel ke tingkat nasional. Mereka dikirim ke kota pahlawan, Surabaya untuk mengikuti festival musik rock pada tahun 1991 yang diselenggarakan oleh promotor Log Zhelebour.

Festival yang sponsori oleh Gudang Garam dan dilaksanakan di dua kota yaitu untuk Semi final diadakan di Malang dan untuk Final diadakan di Surabaya itu juara pertama diraih oleh group band Kaisar dari Kota Solo. Three Brothers sendiri keluar sebagai runner up. Sedangkan 10 besar atau finalis dalam festival ini yakni Cassanova, Pythagoras, Valhalla, Sahara, New Chordhex's, Ertebe, Balance dan Whizzikid. Oleh promotor penyelenggara Log Zhelebour, para pemenang ini diracik dalam sebuah album kompilasi bertajuk 10 Finalis Festival Rock Se-Indonesia Ke-6.

Saat itu Three Brothers membawakan lagu mereka sendiri dengan judul Setan Morfin yang sangat booming kala itu. Bahkan banyak orang yang berusaha mencari lagu itu untuk sekedar mendengarkan karena sudah menjadi buah bibir di masyarakat, khususnya masayrakat Sumbagsel. Sejak saat itu nama Three Brothers melejit dan menjadi bintang baru dalam belantika musik rock tanah air.
"Saya tidak nyangka banget bisa jadi runner up, karen kami kan dari daerah. Bahkan lebih bangganya lagi, waktu itu ada group band namanya Jamrod dan Los Angels yang tidak masuk 10 besar. Padahal itulah band yang sekarang bernama Jamrud dan Boomerang, dulu bisa kita kalahkan tapi sekarang berbeda nasib," katanya sambil tertawa renyah.

Piagam penghargaan
Kembali ke Three Brothers, saat masa kejayaan itu, mereka mengikuti ajang serupa baik Log Zhelebour yang disponsori oleh Gudang Garam maupun  Djarum yakni mulai dari tahun 1991, 1993, 1996 dan terakhir ambil bagian pada tahun 2004 di Kota Surabaya.

Setiap tampil, mereka selalu rutin menempati posisi 10 besar band terbaik atau sebagai finalis. Bahkan beberapa personelnya kerap mendapatkan penghargaan individu seperti bass terbaik, gitaris terbaik, drummer terbaik atau vokalis terbaik dalam festival bergengsi tingkat nasional itu.

Suatu waktu, sebanyak 60 group band beraliran musik rock dalam sebuah festival musik di Bandar Lampung juga berhasil ditaklukkannya. Hingga kemudian, seorang pengusaha sukses asal Lampung menawarkan kepada personil Three Brothers untuk mengambil alih pengelolaan group band ini.
"Kita ditawari uang banyak, rumah untuk tinggal dan kita hanya diminta mengisi acara sekitar 5 hari dalam sebulan. Kemudian ikut festival yang semua biaya ditanggung oleh pengusaha itu. Tapi syaratnya tidak boleh lagi membawa nama Bengkulu atau Curup, tapi harus Lampung. Karena kecintaan kami dengan daerah kami menolaknya," ungkapnya. (bersambung)

 Tonton video konsernya di sini
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Mengenang Kejayaan Band Rock Fenomenal Kota Curup, Three Brothers (1) Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai