Friday, 10 February 2017

Masya Allah..Begitu Indah Ahklak Muazin Cilik Ini, 2 Juz Lagi Khatam Al Quran

Tiap Subuh ke Masjid

RAJIN: Tio tengah membantu membersihkan gerobak bakso orang tuanya.

NAMANYA Prasetio Meidiansyah (9), murid SDN 14 Curup. Meskipun hanya anak seorang tukang bakso keliling, namun bocah yang akrab disapa Tio ini tidak pernah minder, terutama dalam urusan agama. Di usia yang masih belia, ia sudah dikenal sebagai seorang muazin yang memiliki suara merdu. Segudang prestasi sudah ia raih. Dalam keseharian Tio juga merupakan anak yang berbakti kepada orang tua. 

BAMBANG TRIYONO - Adirejo

Waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, namun cuaca siang kemarin (7/2) terasa cukup dingin. Maklum, sejak pagi kota Curup memang sudah diguyur hujan. Memasuki kawasan Adirejo, rintik hujan kembali turun. Beruntung untuk mencari rumah tempat tinggal Tio tidak begitu sulit. Rumahnya berada persis di jalan swadaya depan pintu gerbang Lapas Curup, kawasan RT 5 RW 1 Kelurahan Adirejo Kecamatan Curup. Berjarak tiga rumah sebelah kanan dan di depannya ada gerobak bakso keliling.
Di teras rumah, wartawan mengucapkan salam. Lalu sesosok perempuan keluar. “Waalaikumsalam,” jawabnya lalu tersenyum. Ternyata ia adalah ibunda Tio, Ermiyati (39). Wartawan koran inipun menanyakan keberadaan Tio. “Ooh Tio sedang tidur,” ujarnya.

Tampak Tio saat meraih juara pertama lomba Adzan di Masjid Agung.
Menurut Ermiyati, sepulang dari sekolah, Tio langsung makan dan berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Dzuhur. “Mungkin kelelahan, sepulang dari masjid Tio langsung tertidur,” tuturnya. Setelah mempersilahkan duduk, Ermiyati lantas kembali masuk ke rumah. Ternyata ia membangunkan Tio. Setelah menunggu beberapa menit, bocah yang ditunggu itu pun muncul. Dengan mata sedikit sayu tanda masih mengantuk, Tio langsung menghampiri wartawan koran ini dan duduk bersama di kursi kayu panjang di teras rumah.

Kami lantas berbincang ringan sembari berkenalan lebih dalam sembari menghilangkan rasa kantuk yang masih mendera. Dari perbincangan awal diketahui Tio lahir 21 Mei 2008 dan anak bungsu dari tiga saudara. Di rumah ia hanya tinggal bertiga dengan ibu dan ayahnya. Sedangkan dua saudaranya tinggal di rumah kakeknya. Tak terasa obrolan terus mengalir hingga Tio pun mulai bercerita mengenai keinginannya untuk memperdalam ilmu agama.

Menurut Tio, sosok yang menginspirasi dirinya untuk mendalami ilmu agama adalah Roni (46), ayah kandungnya sendiri. Dikisahkan, pada usia 6 tahun, di suatu hari Tio terbangun subuh dan melihat ayahnya tak ada lagi di rumah. Tio kemudian menanyakan kepada ibunya, kemanakah ayahnya. Ibu menjawab jika ayah Tio salat subuh di masjid.

Mendengar itu entah kenapa Tio mengaku merasa tertarik untuk ikut ke masjid. Kemudian meminta ibunya untuk membangunkan setiap subuh sebab ingin ke masjid bersama ayahnya. Sejak itulah, tiap subuh sang ibu selalu membangunkan Tio. Meskipun awalnya berat, namun lama - kelamaan Tio menjadi terbiasa. Bangun tidur ia langsung mandi dan berangkat ke Masjid Nurul Huda yang berjarak sekitar 45 meter dari rumahnya.

Obrolanpun sempat terhenti sejenak, sebab Tio membantu mengelap meja dan menyusun mangkok-mangkok ke dalam gerobak bakso milik ayahnya. Sekitar 5 menit kemudian Tio kembali menemani wartawan koran ini guna melanjutkan obrolan. "Maaf yo kak, tadi bantu ayah sebentar," ucap Tio sembari kembali duduk ditempatnya semula.

Tio melanjutkan, ia bersama ayahnya ke masjid sebelum masuk waktu subuh. Sembari menunggu masuk waktu subuh, Tio selalu mengumandangkan shalawat Tarhim. Kadang berduet dengan ayahnya, terkadang ia sendirian. Tak jarang juga pengurus masjid mengizinkannya mengumandangkan azan baik itu waktu subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib bahkan Isya.

Awalnya Tio mengaku ragu, namun setelah mencoba ia akhirnya menjadi terbiasa. Suara Tio yang sangat merdu disukai oleh jemaah masjid. Makanya tak jarang seusai salat Subuh, beberapa jemaah memberikan uang kepada Tio saking senangnya melihat kemampuan Tio mengumandangkan azan. Bagi Tio, selama pemberian itu iklhas, ia pun dengan senang hati menerimanya.

Sepulang dari masjid, sambil mempersiapkan dagangan bakso, Roni, ayah Tio selalu mengajarkan Tio mengaji. Guna memperdalam bacaan, Tio kemudian masuk Taman Pendidikan Quran (TPQ) dan kini sudah mencapai juz 28 dan tinggal 2 juz lagi khatam. "Kalau udah khatam kelak, aku nak ngulang lagi ngaji dari awal biar biso khatam lagi," ucap Tio dengan mata berbinar. Ia tampak sangat senang bisa menuntaskan bacaan Al Quran.

Kemampuan Tio dalam mengumandangkan azan dan mengaji makin terasah saat ia memberanikan diri mengikuti perlombaan. Tahun 2015 Tio ikut lomba adzan untuk tingkat sekolah. Di lomba pertamanya itu Tio berhasil mendapatkan juara pertama. Pada bulan Ramadhan tahun lalu, Tio kembali berhasil mendapatkan juara pertama lomba azan yang diselenggarakan di Masjid Agung. Kemudian mengikuti lomba peringatan 1 Muharam di SD Centre Tio dan meraih juara tiga.

Tak hanya prestasi di bidang keagamaan saja yang diraih Tio. Di bidang akademik ia juga selalu juara. Kelas satu Tio mendapatkan juara tiga, kelas dua mendapatkan juara tiga dan kelas tiga mendapatkan juara empat. Masuk dalam lima besar di sekolah sudah kebanggaan tersendiri bagi Tio, apalagi pihak sekolah setiap ada kegiatan selalu mempercayakan Tio untuk membacakan Al Quran. Dalam pelajaran praktik salat, Tio selalu menjadi imam bagi teman-temannya di ruang kelas. Keinginan Tio memperdalam ilmu agama ternyata belum berakhir. Ia bercita-cita seusai menamatkan sekolah dasar, ingin melanjutkan pendidikan ke pesantren.  “Tio mau mondok di pesantren kak,” ujarnya mantap sembari mengakhiri perbincangan. Sukses terus Tio. (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Masya Allah..Begitu Indah Ahklak Muazin Cilik Ini, 2 Juz Lagi Khatam Al Quran Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai