Wednesday, 22 February 2017

Klaster Itik Talang Benih Kekurangan Mesin Tetas


PEMBINAAN Kelompok Klaster Itik Talang Benih Rukun Sejahtera oleh Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu sudah berakhir dan secara resmi telah diserahkan kepada daerah untuk meneruskannya. Hanya saja, sampai saat ini belum ada tanda-tanda tindaklanjut dari daerah untuk keberlangsungan klaster itik asli Rejang Lebong tersebut.

Ketua Kelompok Klaster Itik Talang Benih Rukun Sejahtera, Amin Sunarya mengatakan bahwa, Klaster Itik Talang Benih Rukun Sejahtera masih sangat membutuhkan tambahan mesin tetas. Bahkan, mereka terpaksa membeli mesin tetas tersebut secara mandiri.

Saat ini, kelompok tersebut hanya memiliki 9 mesin tetas. Masing-masing mesin hanya mampu menampung 200 butir telur. "Masing-masing mesin tetas membutuhkan waktu hingga 28 hari sampai telur bisa menetas," kata Amin.

Amin melanjutkan, idealnya kelompok ini mimimal memiliki 15 unit mesin tetas. Sedangkan yang ada sekarang hanya 9 mesin, itu artinya masih kekurangan 6 unit mesin lagi. Rencananya, kekurangan mesin tetas tersebut akan dipenuhi kelompoknya secara mandiri. "Nanti kita buat sendiri saja mesinnya. Satu mesin tetas butuh biaya hingga Rp 1 juta," jelas Amin.

Amin menambahkan, dalam sehari klaster itik ini mampu menghasilkan 130 butir telur, 90 butir di antaranya berasal dari kandang induk . Artinya, hanya dalam tempo dua hari satu mesin tetas sudah penuh. "Dengan adanya penambahan mesin tetas nanti, mudah-mudahan bisa menampung telur-telur yang dihasilkan Itik Talang Benih ini," pungkas Amin.(ben)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Klaster Itik Talang Benih Kekurangan Mesin Tetas Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai