Wednesday, 22 February 2017

Kapolres: Tindak Tegas Pemilik Tambang Ilegal

Chusnul: Jangan Coba-coba Dibuka
 
Napitupulu Yogi Yusuf
CURUP RPP - Setelah dilakukan pemasangan garis polisi atau police line oleh pihak Polres Rejang Lebong (RL) terhadap area tambang galian C di Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup pada Jumat (17/2) lalu. Kapolres RL AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, SIK saat ditemui usai mengikuti pertemuan di DPRD RL Selasa (21/2) mengatakan bakal menindak tegas para pemilik tambang tersebut. "Oh tambang, sedang didalami itu sama anggota kita. Kita sedang cari pemiliknya. Nanti akan kita proses secara hukum," tegas Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan bahwa penindakan tegas secara hukum itu diambil pihak kepolisian karena tambang-tambang yang dipasangi garis polisi itu tidak memiliki izin. Sehingga sudah jelas melanggar aturan yang ada. Dan itu harus diberikan sanksi tegas agar tidak berkelanjutan melanggar. "Kalau tidak ada izinnya seperti itu ya jelas melanggar, dan yang melanggar itu harus ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang ada," tutupnya.

Sebelumnya, Kasubag Perundang-undangan Setdakab RL, Indra Hadiwinata, SH, MT mengatakan, berdasarkan pasal 98 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 08 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Ketentuan  Pidana  diatur  berdasarkan  ketentuan  peraturan  perundang-undangan yang berlaku, yaitu Pasal 69 sampai dengan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Sedangkan pada Pasal 69  Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang berbunyi, ayat (1) Setiap orang yang tidak mentaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 huruf a yang mengakibatkan perubahan fungsi ruang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Kemudian pada ayat (2) jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Dan pada ayat (3), jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kematian orang, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Penegasan juga disampaikan Kasat Reskrim Polres RL, AKP Chusnul Qomar, SH, SIK. Ia mengingatkan kepada ketiga pemilik tambang di Kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup yang sudah dipasang police line untuk jangan coba-coba melakukan aktivitas sebelum mengantongi izin. Meski pengakuan dari ketiga pemilik tambang, saat ini izin operasi tambang sedang diurus namun sebelum bisa menunjukkan bukti autentiknya, maka selama itu juga tidak boleh melakukan aktivitas tambang.

Pihaknya akan melakukan pengontrolan apabila ditemukan pemilik tambang yang coba-coba nakal dengan menerobos police maka akan dikenakan sanksi tegas. "Kita berikan sanksi tegas kepada pemilik tambang yang nakal, makanya kita sudah tempatkan anggota setiap harinya rutin mengecek ke lokasi tambang," tegasnya.

Chusnul menambahkan aturannya sudah jelas, menurut perda lokasi tambang galian C di Kelurahan Talang Benih termasuk kawasan terlarang dalam perda RTRW. Diakuinya memang Satpol PP lah yang memiliki kewenangan terkait penegakan perda, namun di dalam aturan KUHP-nya juga jelas akan sanksi pidana bagi pemilik tambang ilegal. Karena itu pihaknya melakukan pengusutan. (yon/wsa)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Kapolres: Tindak Tegas Pemilik Tambang Ilegal Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai