Wednesday, 22 February 2017

Hati-hati Penipuan Berkedok Amal

Ilustrasi
CURUP RPP - Akhir-ahir ini, banyak sekali modus penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum untuk mengeruk keuntungan pribadi. Misalnya, modus meminta bantuan dana untuk pembangunan pondok pesantren (ponpes), masjid dan sebagainya.

Karena itu, masyarakat mesti benar-benar selektif ketika hendak memberikan bantuan. Supaya apa yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Seperti mengecek keberadaan ponpes atau masjid berdasarkan alamat yang mereka sebutkan. Kemudian, mengecek dokumen-dokumen lainnya, salah satunya surat izin resmi dari pemerintah kelurahan/desa tempat mereka beroparasi.

Baru-baru ini, wartawan koran ini menemukan salah seorang oknum yang mengaku dari Desa Pragaan Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, inisial To (65). Ia datang ke Rejang Lebong (RL) dengan membawa sebuah tas berisikan proposal, amplop, kwitansi dan juga surat penugasan yang diduga palsu. Modusnya meminta sumbangan dana untuk pembangunan pondok pesantren (Ponpes) di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sangat jauh, dari Madura ke Rejang Lebong. Apabila dihitung biaya ongkos mereka dari Sumenep ke Curup sudah menghabiskan dana berapa juta, belum biaya makan dan penginapan. Jika benar dari Sumenep, hanya terisa berapa lagi dana yang akan diberikan untuk pembangunan Ponpes tersebut.

Dari berkas permohonan dana yang dibawa To, tertera bahwa Ponpes itu bernama Nurul Jadid, beralamat di Blumbang Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Di bawah yayasan Tarbiyatul Islam. Bantuan akan digunakan untuk pembangunan gedung 3 lantai berukuran 9 x 8 meter untuk asrama santri dan gedung belajar, satu ruang besar untuk Aula Ponpes Nurul Jadid berukuran 18 x 8 meter dan 6 ruang lainnya (lantai I dan II) berukuran 9 x 8 meter dengan total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 968.810.000,00.
"Saya ditugaskan ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan beberapa daerah lain mas. Jadi mohon bantuannya untuk pondok tempat anak kami belajar ini. Tapi tolong jangan foto saya, saya tidak mau banyak orang tahu kalau sampai masuk koran," ujarnya.

Menurutnya, Ponpes itu mengajar ilmu kitab kuning dan ia mengaku sudah cukup paham tentang ilmu agama. Sayangnya, saat ditanya pemahaman mengenai ilmu agama sama sekali tidak bisa menjawab. Bahkan ia tidak mengetahui apa arti dari program tahfiz Quran. Dari pengakuannya, ia datang ke Curup bersama 3 orang rekan lainnya dan sudah 4 hari berada di RL. Akan tetapi baru mendapatkan sumbangan Rp 300 ribu.

Sayangnya, saat dilakukan penelusuran di laman wikipedia Indonesia, dari daftar Ponpes di Sumenep, nama Ponpes Nurul Jadid sesuai dengan alamat yang dimaksud Toyo tersebut tidak ada. Ponpes dengan nama Nurul Jadid di Sumenep semuanya ada 4, yakni dengan nomor NSPP 3,875 3,875 512352902009 PP Nurul Jadid di Guluk Manjung, Bluto Sumenep, NSPP 3,895 3,895 512352905005 PP Nurul Jadid beralamat di Jalan Lembana No. 03 Talango, NSPP 3,950 3,950 512352909010 PP Nurul Jadid di Ketawang Karay, Ganding dan terakhir bernomor NSPP 4,013 4,013 512352914001 PP Nurul Jadid di Jalan KH Khatib Bangil, Dasuk.(yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Hati-hati Penipuan Berkedok Amal Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai