Tuesday, 21 February 2017

Guru Bantah Lakukan Pungli

Ilustrasi
CURUP RPP – Informasi adanya pungutan biaya renang kepada murid SMPN 2 Rejang Lebong (RL) mendapat tanggapan langsung dari oknum guru yang bersangkutan yakni Yurnalis.

BACA: Lapor Pak Tim Saber! Ada Pungutan di Sekolah Ini

Kepada RPP kemarin Yusnalis membantah jika pihaknya melakukan pungutan liar (pungli). Menurut dia, uang Rp 15 ribu yang dibebankan kepada murid digunakan untuk biaya renang siswa itu sendiri. Rinciannya Rp 3 ribu untuk ongkos pergi, Rp 4 ribu untuk ongkos pulang karena siswa langsung diantar ke rumah masing-masing. Lalu Rp 6 ribu biaya masuk kolam dan sisanya Rp 2 ribu untuk kas jika ada siswa yang sakit atau terlula.

Namun jika tidak insiden, maka uang tersebut digunakan untuk ongkos siswa yang tidak mampu. "Uangnya itu sudah kita rincikan sesuai dengan posnya masing-masing. Kita sama sekali tidak menggunakan uang itu untuk sekolah atau pribadi,” tegasnya.

Kegiatan renang ini diadakan pihak sekolah setiap satu bulan sekali. Karena setelah tiga kali pertemuan membahas teori, siswa akan langsung diminta untuk mempraktikkan renang di kolam. "Kegiatan ini sudah kita lakukan untuk praktik, sebab sudah ada dalam kurikulum pembelajaran," lanjutnya.

Terpisah, wali murid SMPN 2 RL, Darman mengaku anaknya tidak pernah diantar dengan mobil sampai ke rumah. Setiap pergi ataupun pulang anaknya disuruh berkumpul di Lapangan Setia Negara Curup. "Kalau diantar ke rumah anak saya tidak pernah, buktinya setiap renang saya selalu antar jemput anak saya di Lapangan Setia Negara," ujar Darman. (ymr)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Guru Bantah Lakukan Pungli Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai