Sunday, 12 February 2017

Fenomena 'Bebem' Menuai Keprihatinan, Apotek Diminta Lebih Selektif

Iqbal Bastari
CURUP RPP - Fenomena mabuk Samcodin yang mengandung Dextromethorphane di kalangan remaja atau yang mereka sebut ‘Bebem’ menuai keprihatinan dari Wakil Bupati RL, H. Iqbal Bastari, SPd, MM. Ditemui seusai melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Baitul Makmur, kemarin wabup mengatakan, untuk mencegah kejadian ini semakin marak, seluruh pemilik apotek diminta untuk lebih selektif dengan meneliti pembeli sebelum melayaninya. Apalagi jenis obat yang mengandung Dextromethorphane dan sering disalahgunakan.
"Saya kira apotek bisa berbohong sedikit demi kebaikan, bilang saja tidak ada atau habis. Jika ada anak-anak yang membeli obat-obatan yang rawan disalahgunakan, apalagi belinya dalam jumlah banyak. Bukan hanya Samcodin tapi yang lainnya juga, seperti Dextro, lem aibon atau komix itu semuanya sering disalahgunakan," ujar wabup.

BACA SEBELUMNYA: (LIPUTAN KHUSUS) ‘BEBEM’, Mabuk Murah ala Pelajar

Menurutnya, untuk obat-obatan tertentu apotek bisa mengharuskan konsumen menyertakan resep dokter jika yang membelinya anak di bawah umur. "Itu saya lihat harganya murah dan dijual bebas jadi tentu sangat berbahaya. Ini memerlukan peran serta kita semua, kita harus melindungi generasi muda kita," ajaknya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan RL, H. Asli Samin, SKM, M.Kes. ia mengaku pihaknya tidak bisa melarang, akan tetapi, setidaknya apotek bisa lebih selektif dalam menjualnya kepada konsumen. Termasuk melihat usia pembelinya hingga melihat jumlah obat yang dibelinya. Artinya apotek juga memiliki hitungan penggunaan obat tersebut.

Misalnya untuk Samcodin yang seharusnya untuk obat batuk tersebut di konsumsi sehari 3 kali, pagi, siang dan malam. Namun ada pembeli yang membeli 3 keping. Kemudian pada keesokan harinya konsumen ini datang lagi dengan membeli dalam jumlah yang banyak lagi, tentu seharusnya pihak apotek menaruk kecurigaan dan tidak perlu melayaninya. "Kita harapkan kerjasama yang baik dari pemilik apotek. Ini demi masa depan generasi muda kita," ujar Asli.

Kandungan Dextromethorphane ini memang diakui Asli sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Karena penggunanya yang sudah fly atau tidak sadar lagi bisa menyebabkan kematian. Tentu untuk mencegahkan memerlukan peran serta orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya.
"Mari kita awasi pergaulan anak-anak kita. Sekarang semakin banyak anak-anak berperilaku menyimpang misalnya dengan mabuk menggunakan komix, lem aibon, dextro atau ini yang baru ada Samcodin. Semuanya harus ikut mengawasi dan mencegahnya," harapnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD RL, Rudi Hermanto Nasution mengecam keras kepada apotek yang menjual bebas obat Samcodin yang mengandung Dextromethorphane secara bebas. Menurutnya, apotek jangan hanya sekedar mencari untung saja hingga mengabaikan bahaya penyalahgunaannya.

Menurut politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, apotek harus ikut serta menjaga generasi muda masa depan bangsa ini lebih baik dan bermutu. "Kalau pembelinya anak-anak, belinya dalam jumlah banyak dan terus menerus harusnya apotek curiga dan jangan dikasih lagi. Jangan hanya memikirkan untung secara bisnis saja," kata Rudi.

Ia berharap pihak terkait segera mengambil langkah-langkah preventif agar penyalahgunaan Samcodin ini tidak terlalu mewabah terhadap anak-anak di RL. Karena bisa membahayakan perkembangan saraf mereka yang masih dalam masa pertumbuhan.
"Apotek harus mematuhi aturan dan pihak terkait harus membuat rambu-rambunya sebagai langkah preventif, langkah antisipasi supaya penyalahgunaan obat ini tidak semakin menjadi-jadi. Karena kalau dibiarkan ini bisa berbahaya untuk anak-anak generasi penerus kita," tandasnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Fenomena 'Bebem' Menuai Keprihatinan, Apotek Diminta Lebih Selektif Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai