Friday, 17 February 2017

Dinsos Akui Data Eror


CURUP RPP – Adanya warga yang sudah meninggal namun masih menerima kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tidak ditampik oleh pihak Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos dan PMD) RL.

Kepala Dinsos dan PMD RL Drs. Darmansyah, MM melalui Sekretaris Dinas, Bakrim didampingi Kabid Sosial, Ario Tomi, SE mengatakan saat dilakukan pendataan hingga verifikasi penerima, kemungkinan terjadi data eror. Ini akibat mepetnya waktu pendataan yang diberikan kepada pihaknya. Pada saat pendataan mereka hanya diberikan waktu satu bulan sedangkan jumlah yang harus didata sebanyak 15 ribu jiwa.
"Saya kira itu wajar, karena pasti tidak banyak juga yang seperti itu. Karena waktu itu waktu kita hanya 1 bulan, kemudian anggarannya tidak ada. Jadi terpaksa kami meminta kades, lurah dan TKSK untuk mendatanya. Karena mereka yang tahu kondisi warga di lapangan," ungkap Bakrim.

Dari 15 ribu warga yang harusnya mereka data itu, ternyata Dinsos hanya mampu mengakomodir sebanyak 12 ribu saja. Kemudian ada beberapa diantaranya harus dihapus karena sudah menerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ke depan, mereka akan melibatkan pekerja Program Keluarga Harapan (PKH) untuk verifikasi data penerima Jamkesda ini. Ario juga mengatakan bahwa Dinsos dan PMD tengah mempersiapkan pola pendataan dengan menggunakan aplikasi, sehingga warga yang sudah menerima jaminan kesehatan lainnya tidak bisa lagi menerima Jamkesda.
"Kemudian, kami meminta kepada BPJS agar pendistribusian kartu BPJS itu melalui kami juga. Karena yang mendata itukan kami, sehingga para kades dan lurah bertanyanya kepada kami," pintanya.

Ia menambahkan, mulai tahun ini setiap data calon penerima Jamkesda terlebih dahulu harus diketahui oleh lurah/kades dan camat sebagai validasi. Sehingga jika sewaktu-waktu ditemukan ada yang tidak valid maka bukan Dinsos dan PMD lagi yang disalahkan.
"Kita minta dalam pendataan di lapangan benar-benar objektif bahwa setiap warga yang tidak mampu harus diakomodir. Makanya kita juga melibatkan kades/lurah, TKSK dan PKH. Sehingga data yang kita punya harapannya lebih objektif," tandasnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Dinsos Akui Data Eror Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai