Sunday, 12 February 2017

Desain Ulang Program Kesiswaan di Sekolah

NOPRIANTO
MASIH terkait fenomena ‘Bebem’, Kepala Dinas Dikbud H. Nahdiyatul Hukmi, M.Pd melalui Sekretaris Dikbud, Drs. Noprianto, MM juga mengaku prihatin. Karena itu pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah, salah satunya mendata program kesiswaan tingkat SMP. Dari data tersebut Dikbud bakal mendesain program pembinaan kesiswaan di sekolah-sekolah untuk memerangi prilaku menyimpang seperti ini. "Mungkin kita bisanya melakukan tindakan ini untuk SMP, kalau SMA/SMK bukan lagi kebijakan kita sebab sudah dialihkan ke pemprov. Meskipun demikian kita tetap ikut memantau semua kegiatan SMA/SMK untuk memerangi hal semacam ini," ujarnya.

Dilanjutkannya, dengan kegiatan ini juga ditargetkan sekolah harus mengoptimalkan program pembinaan kesiswaan. Sebab anak-anak masa remaja sangat membutuhkan aktivitas yang positif dan produktif di sekolah supaya terhindar dari aktivitas atau pergaulan yang negatif seperti ini. Misalnya saja sekolah mewajibkan siswa mengikuti minimal berapa ektrakurikuler sehingga dengan kegiatan ini pun bisa memacu kegiatan positif pada siswa.
"Jadi kita menginginkan sekolah mengoptimalkan kegiatan siswa, ya tidak harus belajar. Paling tidak berikan siswa kegiatan yang mendukung prestasi mereka di luar jam belajar," tegas mantan Ketua PGRI RL ini.

Disisi lain ia juga berharap kerjasama dari orangtua siswa dan peran yang lebih banyak itu harus dilakukan oleh orangtua. Sebab seperti yang diketahui siswa lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dari pada di sekolah. Oleh sebab itu koordinasi orangtua dan sekolah itu harus bisa terjalin dengan baik untuk menjaga pergaulan serta perkembangan siswa.

Karena hal ini sudah terjadi, ia berharap korban obat-obatan seperti ini jangan sampai diberikan hukuman tetapi diberi pembinaan. Sebab penting juga dilihat latar belakang mengapa mereka sampai menyalahgunakan obat-obatan tersebut. Sementara bagi anak-anak yang masih usia sekolah namun tidak bersekolah (putus sekolah), diupayakan untuk melanjutkan pendidikan kembali. “Misalnya saja mendaftarkan sang anak di program Paket atau yang lainnya. Sehingga anak bisa memiliki aktivitas dan dijauhi hal-hal yang merugikan,” tandasnya. (ymr)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Desain Ulang Program Kesiswaan di Sekolah Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai