Thursday, 5 January 2017

Rencana Pembangunan Gedung Paripurna, Eksekutif - Legislatif Silang Pendapat

ZULKARNAIN THAIB
CURUP RPP - Rencana pembangunan gedung paripurna DPRD Rejang Lebong menuai silang pendapat antara eksekutif dan legislatif. Versi  Badan Anggaran (Banggar) DPRD RL gedung tersebut akan dibangun tahun ini dengan menggunakan APBD RL tahun 2017 senilai Rp 10 miliar. Sedangkan menurut Bappeda RL bangunan itu akan dianggarkan pada 2018 mendatang, karena ploting anggaran untuk gedung itu senilai Rp 10 miliar telah dialihkan untuk pembangunan gedung serbaguna.

Saat dikonfirmasi di halaman DPRD RL Rabu (4/1), Wakil Ketua II Banggar DPRD RL, Zulkarnain Thaib, SH mengungkapkan memang sempat terjadi perdebatan pada rencana pembangunan gedung paripurna. Namun akhirnya dicapai kesepakatan, pembangunan tetap dilakukan tahun 2017 meskipun anggarannya hanya ada Rp 10 miliar atau setengah dari yang dibutuhkan sekitar Rp 20 miliar.
Lalu akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya hingga mencapai gedung berlantai dua. Akan tetapi diakuinya sampai sekarang belum ada pihak manapun yang berkoordinasi dengan anggota DPRD terkait bentuk dan rancangan bangunan tersebut.
"Jangan sampai seperti pembangunan musala DPRD ini, kita hanya ingin pembuatan tempat wudhu dan toilet yang representatif malah direhab besar-besaran seperti ini. Akhirnya tidak sesuai dengan kebutuhannya, tempat wudhu dan toiletnya tidak ada. Kalau gedung ini sudah dianggarkan dan akan dibangun tahun ini, tapi rancangannya seperti apa sampai sekarang kami belum tahu," kata Zulkarnain.

Pernyataan ini bertentangan dengan pendapat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) RL, Ir. Zulkarnain, MT. Menurutnya, pembangunan gedung paripurna DPRD RL itu ditunda pembangunanya pada tahun 2018 mendatang. Karena anggaran Rp 10 miliar itu tanggung, sehingga harus membutuhkan dua tahap pengerjaan.

Akhirnya, dana senilai Rp 10 Miliar itu dialihkan untuk pembuatan gedung serbaguna di eks kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) di samping Lapangan Setia Negara. Gedung serbaguna itupun sebenarnya akan dilakukan pembangunan sebanyak dua tahap, karena dirancang untuk 3 latai dan baru ada Rp 10 Miliar.
"Kita inginnya pembangunan gedung paripurna itu setahap saja dalam setahun langsung selesai sehingga bisa langsung digunakan. Karena itulah gedung paripurna yang representatif disini sehingga kegiatan DPRD tidak terganggu. Insha Allah tahun 2018 nanti kita lakukan pembangunan gedung paripurnanya," jelasnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Rencana Pembangunan Gedung Paripurna, Eksekutif - Legislatif Silang Pendapat Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai