Thursday, 5 January 2017

Akhir Cerita Salah Satu Sekolah Tertua di Curup

Pernah Rasakan Puncak Keemasan, Kini Dipenuhi Rumput Liar

 
JADI KEBUN: Sejak mulai memasuki gerbang sekolah, pemandangan yang terlihat hanya tanaman jagung dan rumput liar. Foto: Nita Radar Pat Petulai.
ERA tahun 90-an, SMK Swasta 4 PGRI Curup menjadi salah satu SMK paling top di Rejang Lebong. Jumlah muridnya saat itu lebih dari 500 orang. Namun kini semua itu tinggal kenangan. Mulai tahun ini, salah satu sekolah tertua di Curup itu resmi ditutup. Bagaimana kondisinya sekarang, berikut liputannya.

YUNITA MEKAR RIZKI, Curup

Sedih melihat kondisi bangunan SMKS 4 PGRI berada di Jalan H Juanda Kelurahan Air Putih Lama Kecamatan Curup. Gedung sekolah nyaris tidak nampak lagi karena sudah tertutup pohon yang besar serta tanaman jagung yang kian meninggi. Halaman sekolah juga sudah dipenuhi rumput liar hingga lapangan basket yang masih terlihat sangat bagus tertutup sebagian. Warna cat gedung yang baru beberapa tahun belakangan ini dibangun pun mulai nampak pudar.

Saat masuk gerbang sekolah, langkah kaki mulai terhalang tanaman jagung yang sudah mulai menguning. Lebih jauh melangkah ke dalam sekolah, telihat dari seluruh bangunan sekolah, hanya ruangan kantor yang nampak sedikit ada tanda-tanda kehidupan. Ternyata di sanalah kini sang penjaga sekolah tinggal. Namanya Maan (47). Meskipun sekolah sudah ditutup, namun ia tetap dipercaya pihak yayasan untuk mengurusi kebersihan sekolah.

Kepada RPP Maan mengungkapkan, jagung-jagung itu memang sengaja ia tanam untuk menyambung hidup sejak sekolah resmi ditutup. Selain itu, pihak yayasan memang mempersilahkan ia bercocok tanam di pekarangan sekolah karena takut jika keadaan sekolah penuh semak belukar akan mendatangkan ular dan hewan liar lainnya. Untuk mengurangi rumput liar, ia juga mempersilahkan warga yang membawa hewan peliharaannya seperti kambing dan kerbau untuk mencari rumput di halaman sekolah.

Sambil meletakkan pakaian yang baru dia angkat, Maan mengisahkan sekolah ini mulai mengalami kekurangan siswa sejak tahun 2010-an. “Saat itu hanya ada sekitar 15-an orang siswa. Setelah itu terus berkurang hingga tahun ajaran baru kemarin hanya ada satu orang siswa yang mendaftar. Mulai saat itulah sekolah ditutup,” ungkapnya.

Mantan TU SMKS 4 PGRI, Zainudin yang tinggal tak jauh dari sekolah mengungkapkan minimnya siswa baru ini disamping karena sudah banyak SMK negeri yang membuka jurusan yang sama. Juga disebabkan faktor dari pemekaran Kabupaten RL. Pada tahun 2000 lalu, Kabupaten RL mekar menjadi 3 bagian, yakni Kabupaten Lebong, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten induk Rejang Lebong. Karena dua kabupaten sudah menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), maka sekarang masing-masing daerah tersebut sudah memiliki banyak sekolah kejuruan sendiri. Sehingga calon siswa baru yang berasal dari 2 kabupaten baru tersebut tidak perlu lagi jauh-jauh bersekolah ke RL.
“Saat itu banyak juga anggapan masyarakat lebih baik menyekolahkan anak mereka ke sekolah negeri daripada sekolah swasta. Ditambah lagi sekolah negeri tidak memiliki batasan dalam merekrut calon siswa baru. Kondisi ini membuat sekolah swasta kewalahan mencari calon siswa baru,” jelasnya.

Padahal, lanjut dia, fasilitas sarana dan prasarana di sekolah ini tak kalah lengkap dengan sekolah kejuruan lainnya. Serta memiliki bangunan sekolah yang memadai tanpa ada cacat apapun. Di samping itu, kurikulum yang digunakan juga sama dengan SMK Negeri. "Kita salah satu sekolah yang cukup tua di Kota Curup ini, bahkan banyak sekali siswa kita yang berasal dari luar Kota Curup sebelumnya," kenangnya.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 1983 ini pernah mengalami masa keemasan.  Dari tahun 1983 hingga 1999, jumlah siswa SMKS 4 PGRI ini tak kurang dari 500 siswa. Sedangkan tenaga guru dan staf administrasinya berkisar 60-an orang. Namun sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini kondisinya sangat jauh berbeda dan memprihatinkan, SMKS 4 PGRI hanya memiliki 27 siswa saja sebelum akhirnya sekolah ini ditutup.  "Walaupun jumlah murid kita sedikit. Tetapi kualitas lulusan SMKS 4 PGRI tetap bisa bersaing dengan sekolah lainnya. Tapi apa mau dikata sekarang sekolah ini terpaksa ditutup," tutur Zainudin sambil tersenyum.

Untuk diketahui, SMKS 4 PGRI Curup ini memiliki 3 jurusan yakni jurusan teknik otomotif, listrik dan las. Namun, hingga saat sekolah ini akan ditutup hanya tersisa siswa jurusan teknik otomotif saja.
Terpisah, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI Rejang Lebong (RL), Nasrun, S.Pd membenarkan tutupnya SMKS 4 PGRI karena tidak memiliki siswa baru lagi. “Bayangkan saja, terakhir pada tahun 2014 jumlah siswa di sekolah itu hanya tersisa 27 orang saja. Itu pun seluruhnya duduk di bangku kelas XI jurusan otomotif. Sedangkan kelas X dan kelas XII tidak ada siswa," ungkapnya. (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Akhir Cerita Salah Satu Sekolah Tertua di Curup Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai