Friday, 9 December 2016

Penertiban PKL Nyaris Ricuh

PENERTIBAN: PKL yang mangkal di depan Islamic Centre ini diusir Pol PP karena berjualan di badan jalan. Foto: Buyono Radar Pat Petulai.
CURUP RPP – Penertiban para Pedagang Kaki Lima (PKL) di trotoar jalan-jalan protokol di dalam Kota Curup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rejang Lebong (RL) Kamis (8/12) nyaris diwarnai kericuhan. Dalam penertiban yang digelar mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB itu petugas sempat mendapat perlawanan dari para pedagang. Bahkan beberapa diantaranya sempat terlibat adu mulut dengan petugas.

Pantauan RPP kericuhan nyaris terjadi saat petugas meminta kartu identitas diri para pedagang yang terkena penertiban sebagai jaminan pembuatan surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi berjualan di trotoar. Permintaan satpol PP ini tidak diindahkan oleh pedagang dengan berbagai alasan. Akibatnya satpol PP membawa barang pedagang apapun jenisnya sebagi jaminan.

Seperti dilakukan terhadap salah satu PKL yang berjualan es tebu di depan SMAN I Rejang Lebong, Rusdi (45). Petugas membawa mangkok dan saringan tebu milik Rusdi untuk dijadikan jaminan karena Rusdi mengaku tidak membawa KTP. Tindakan satpol PP ini tidak diterima oleh Rusdi.
"Aku dak rela kalau mangkok aku di bawak cak itu. Inilah periuk nasi aku di rumah, apo mereka idak mikir. Kalau cuma disuruh pegi sekarang aku jugo pacak pegi. Cuma caronyo langsung ambik barang aku cak itu aku dak suko," ketus Rusdi sambil memberesi barang dagangannya.

Setelah itu, Rusdi bergegas memacu sepeda motornya meninggalkan lokasi jualannya semula yang berada di badan jalan. Ia langsung mendekati mobil Satpol PP dan mengambil kembali mangkoknya. Hal ini langsung menyita perhatian para anggota Pol PP hingga sempat terjadi ketegangan.
Beberapa petugas terlihat marah lantaran Rusdi terus bersikeras akan membawa mangkoknya. Karena Rusdi terus ngotot akhirnya ia diperbolehkan membawa mangkoknya saja dengan alasan masih akan berjualan lagi. Sementara saringan tebu tidak diambil.

Kepala Kantor Satpol PP RL, Rachman Yuzir, SE melalui Kasi Ops Mardiyansah, SH mengatakan penertiban itu dilakukan supaya trotoar yang menjadi hak bagi pejalan kaki bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Sebab pihaknya kerap mendapatkan laporan dengan banyaknya PKL yang kerap mangkal di badan jalan.
"Di jalan protokol itu kita sudah memasang papan imbauan agar tidak berjualan di trotoar dan badan jalan karena mengganggu ketertiban umum. Tapi memang dasar PKL ini yang masih bandel," ujarnya.

Kepada para pedagang yang barang-barang dagangannnya ada disita petugas sebagai jaminan diharapkan segera mengambilnya ke kantor Satpol PP di Jalan PGRI, Kelurahan Talang Rimbo Lama, Curup Tengah (Eks kantor Disdukcapil). "Silahkan nanti diambil di kantor, sekalian menandatangani surat pernyataan untuk tidak kembali mengulangi berjualan di atas trotoar atau badan jalan," pungkas Mardi.

Penertiban itu sendiri dilakukan dengan melibatkan anggota Pro Pam Denpom Curup, Sabara Polres RL, Dishubkominfo, Diskoperindag dan puluhan anggota Satpol PP. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Penertiban PKL Nyaris Ricuh Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai