Thursday, 8 December 2016

Hati - hati Barang Kedaluwarsa Masih Banyak Beredar di Curup

RAZIA: Staf Balai POM Bengkulu mengecek masa kedaluwarsa makanan, obat dan Kosmetik di salah satu minimarket di kawasan Pasar Tengah, Curup. Foto: Buyono Radar Pat Petulai
CURUP RPP - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu bersama dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rejang Lebong, Rabu (7/12) melakukan insentifikasi pengawasan pangan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru di sejumlah warung, toko hingga minimarket di sekitar Kota Curup.

Hasilnya, beberapa toko dan minimarket yang didatangi oleh BPOM seluruhnya masih kedapatan menjual makanan dan bahan untuk pembuat puding yang sudah kedaluwarsa.

Seperti di Minimarket Batu Bandung, petugas menemukan bumbu racik yang sudah kedaluwarsa, kemudian di Toko Herman Pasar Atas petugas menemukan garam cap Bulan Matahari yang tidak memiliki izin edar serta jajanan anak-anak Premium Chocolate yang sudah kedaluwarsa.

Kemudian di Toko Lukman Talang Benih petugas mencari keberadaan Garam cap Segi Tiga yang diduga ilegal dan sudah banyak beredar di wilayah Kepahiang dan Curup. Namun sayangnya pemilik Toko Lukman mengaku sudah tidak memiliki garam itu lagi karena semuanya sudah habis terjual. Di sini beberapa jajanan anak sejenis wafer juga diketahui telah kedaluwarsa.

BPOM Provinsi Bengkulu mengaku sudah mengamankan garam merek Segi Tiga sebanyak 200 bungkus dan merek BN sebanyak 500 bungkus. "Garam ini menurut penjualnya di Kepahiang didapatkan dari Lukman, warga Talang Benih hingga kemudian petugas menelusurinya ke Talang Benih ini dan ternyata kata istrinya tadi sudah habis terjual semua karena dia ini distributor yang mengambil barang dari Lampung," kata PFM Ahli Muda Balai POM Provinsi Bengkulu, Rina Syukrina, S.Farm Apt.

Di Minimarket Hosana Pasar Tengah, petugas menemukan barang kedaluwarsa dan tidak memiliki izin beredar. Diantaranya Lipgloss 4 buah, kutek 56 buah, Make Up 8 buah, eye brow 12 buah, eye shadow 6 buah dan pudin mix prodan 7 buah. Begitu juga di Minimarket Aneka Rasa petugas menemukan beberapa kosmetik yang kedaluwarsa dan tidak memiliki izin beredar.
"Iya tadi beberapa minimarket banyak kita temukamn bumbu masak, tepung siap saji, rusak kemasan, kedaluwarsa dan ada barang kosmetik yang tidak memiliki izin beredar. Kalau pangan kita musnahkan di lokasi dan sebagian kita bawa untuk dijadikan sampel," tukasnya.

Sementara itu, pemilik Minimarket Hosana Feny Mulayawan mengakui masih adanya barang kadaluarsa itu lantaran kelengahan dari karyawannya. Seharusnya untuk makanan tiga bulan sebelum masa kedaluwarsa sudah harus ditarik. Sedangkan untuk susu dan bahan pembuatan puding sebulan sebelum masa kedaluwarsanya baru di tarik.
"Ini kesalahan kami, karena karyawan yang lengah padahal mereka ini satu los ada dua orang yang bertugas mengecek kondisi barang dan masa kedaluwarsa. Ini yang sudah kedaluwarsa akan kita simpan dan nanti kita kembalikan dengan agennya. Mereka ke sini dua minggu sekali," kata Feny.

Terpisah, Plt Kadiskoperindag RL, Bustami Anggu, S.Sos mengatakan, masih banyaknya barang kedaluwarsa yang beredar di sekitar Kota Curup ini dikarenakan minimnya pengawasan dari pihak pengelola atau penjualnya itu sendiri.
"Kemungkinan di toko lain juga masih ada yang menjual barang kedaluwarsa atau tanpa izin beredar. Sekarang kalau penjualnya yang lalai, harapan kami masyarakat pembelinya yang selektif. Sebelum membeli harus dicek benar kapan masa kedaluwarsanya, kalau sudah dekat lebih baik jangan dibeli," imbau Bustami. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Hati - hati Barang Kedaluwarsa Masih Banyak Beredar di Curup Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai