Sunday, 20 November 2016

Tawuran Pelajar Nyaris Pecah

PENGAMANAN: Anggota Sabhara Polres RL melakukan penjagaan di depan SMAN 4 RL (sebelumnya SMAN 1 Curup Selatan) untuk mengantisipasi serangan dari murid SMKN 1 RL. Foto: Bambang Radar Pat Petulai.
CURUP RPP – Suasana tegang menyelimuti SMAN 4 Rejang Lebong (Sebelumnya SMAN 1 Curup Selatan, red), Jumat (18/11) sekira pukul 11.45 WIB. Ketegangan terjadi setelah ratusan murid SMKN 1 Rejang Lebong berdatangan ke sekolah tersebut hendak melakukan penyerangan. Beruntung pihak sekolah cepat melapor ke aparat kepolisian dan TNI sehingga tawuran pelajar berhasil dicegah.

Kepala SMAN 4 RL, Aprison, M.Pd membenarkan kejadian ini. Ia mengaku mendapat informasi bakal ada penyerangan dari pembina OSIS, Karjono yang sebelumnya lebih dulu mendapat kabar dari OSIS SMKN 1 RL. Menindaklanjuti informasi itu, ia kemudian menghubungi Kepada SMKN 1 RL agar melakukan langkah pencegahan.

Di sisi lain, sebagai antisipasi terjadinya hal yang buruk, ia juga menginstruksikan pembina OSIS, Karjono untuk menghubungi Polres Rejang Lebong dan Kodim 0409 Rejang Lebong meminta bantuan pengamanan. "Saya sudah tahu bakal ada serangan dari siswa SMKN 1 sejak malam tadi (kemarin malam, red) sekira pukul 21.00 WIB. Saya langsung kordinasi dengan kepala sekolahnya dan meminta bantuan pengamanan dari polri dan TNI," ungkap Aprison.

Sementara itu, pembina OSIS SMAN 4 RL, Karjono, S.Pd mengaku tidak tahu persis motif penyerangan. Karena itu, meskipun sudah mendapat kabar bakal ada penyerangan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Barulah sekira pukul 09.30 WIB, sejumlah pelajar mengenakan pakaian lengkap dengan atribut SMKN 1 RL mulai berdatangan. Mereka berkumpul di dekat warung dan pinggir jalan. Sementara puluhan sepeda motor tampak memblokir jalan keluar yang berjarak 300 meter dari gerbang sekolah. Mereka sepertinya hendak melakukan penyerangan setelah jam sekolah usai.

Sekira pukul 11.15 WIB saat jam belajar usai, Kasat Intelkam dan jajarannya yang sudah lebih dahulu tiba di sekolah bersama Kasat Sabhara meminta guru untuk menahan siswa tetap di dalam kelas sampai situasi terkendali. Tak lama berselang, satu pleton personel Polres Rejang Lebong tiba di lokasi menggunakan mobil dalmas lengkap dengan gas air mata. Dibackup Polsek Curup serta TNI dari Kodim 0409 Rejang Lebong, dewan guru dan warga sekitar, langsung dilakukan pengusiran terhadap murid SMKN 1 RL yang sudah memenuhi lokasi. Tanpa perlawanan ratusan murid SMKN 1 RL akhirnya berhasil dibubarkan.

Meskipun sudah dibubarkan, namun pihak SMAN 4 masih khawatir murid mereka akan diserang dalam perjalanan pulang. Karena itulah pihak kepolisian akhirnya mengawal perjalanan pulang murid-murid hingga sampai ke rumah. "Terima kasih kepada aparat kepolisian, TNI dan warga yang bahu membahu membantu mengagalkan aksi penyerangan tersebut," ucap Karjono.

Ada Provokator 

Terpisah, Kepala SMKN 1 RL, Supriyadi, M.Pd melalui  Wakil Kepsek Bagian Humas, Mirliani, M.Pd ketika dihubungi via ponselnya oleh wartawan koran ini mengaku pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan. Sejak pagi pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap gerak gerik para murid dan hasilnya tidak nampak ada gerakan akan melakukan penyerangan. Para murid belajar seperti biasa dan tidak nampak seperti ada masalah. Karena itu pihaknya juga mengaku kaget saat mendapat kabar ada penyerangan. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak sebab peristiwa terjadi di luar jam sekolah yang artinya sudah di luar kewenangan sekolah lagi untuk melakukan pengawasan. “Meskipun begitu bukan berarti kami lepas tanggung jawab. Kami akan tetap menindaklanjuti permasalahan ini dengan melakukan pemanggilan murid kami yang melakukan penyerangan untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Lebih jauh Mirliani mengungkapkan, dari penyelidikan yang dilakukan dewan guru ternyata provokator dari rencana penyerangan bukan dari murid SMKN 1 RL, melainkan dilakukan oleh bekas murid SMKN 1 RL yang telah dikeluarkan dari sekolah lantaran bermasalah.
"Memang aksi penyerangan ini ada yang memprovokasinya, selama ini tidak ada masalah anak-anak kami dengan anak-anak SMAN 4 Rejang Lebong. Kita lihat provokatornya itu anak-anak yang sudah dikeluarkan dari SMKN 1 RL namun masih menggunakan atribut sekolah kami. Karena itu saya minta kepada sekolah-sekolah yang menerima anak-anak yang kami keluarkan lantaran bermasalah untuk atributnya dicek dan jangan pake atribut sekolah kami, sebab yang dapat buruk namanya ya sekolah kami, mungkin saja ada masalah pribadi, tapi jangan membuat murid lain ikut terlibat," pungkas Mirliani.

Antisipasi Serangan Susulan

Kapolres RL AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, SH, SIK melalui Kabag Ops Kompol Firdaus PN didampingi Kasat Sabhara AKP Darwin Tampubolon, SH mengaku pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin mencegah jangan sampai terjadi aksi tawuran antar pelajar. Karena itu, sejak pagi hari setelah mendapat informasi bakal ada penyerangan, sejumlah petugas sudah melakukan penjagaan di dalam sekolah.
Begitu melihat massa cukup banyak maka dilakukan lagi penambahan satu pleton personel dan Polsek Curup. Untuk mencegah pecahnya aksi tawuran di lokasi lain, mobil unit sabhara juga melakukan patroli di sekitar lokasi sekolah.
"Kepala SMAN 4 dan kepala SMKN 1 sudah melakukan koordinasi. Untunglah aksi penyerangan bisa diketahui lebih awal sehingga cepat dilakukan pencegahan. Meski begitu kita tetap akan tempatkan personel untuk melakukan penjagaan guna antisipasi serangan susulan," ujar Darwin saat turut melakukan penjagaan di depan gerbang sekolah. (wsa)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Tawuran Pelajar Nyaris Pecah Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai