Monday, 7 November 2016

Lebih Tua dari Piramida

BATU BETIANG: Jejeran batu yang tersusun rapi ini diyakini berusia lebih tua dari Piramida di Mesir. Foto: IST/Radar Pat Petulai.
CURUP RPP – Air Terjun Batu Betiang di Kecamatan Bermani Ulu Raya Kabupaten Rejang Lebong ternyata bukan hanya memiliki pesona keindahan yang masih alami. Tapi juga menyimpan sejarah yang menarik untuk diungkap.

Menurut Bupati Rejang Lebong (RL) DR (HC) H Ahmad Hijazi, SH, M.Si keberadaan situs Batu Betiang yang juga dilengkapi dengan air terjun bukan sekedar situs biasa. Hasil diskusinya dengan para ahli Arkeologi terungkap jika ada kemungkinan situs Batu Betiang lebih tua dari Piramida di Mesir.
"Itu artinya situs batu betiang sudah ada sebelum zaman Firaun. Ini menandakan sudah kehidupan atau peradaban manusia di daerah ini sebelum jaman Firaun dulu," kata Bupati.

Oleh karena itu, ia meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) RL untuk segera melakukan penelitian dengan para ahli. Karena batu yang tersusun rapi itu tidak akan mungkin ada jika tanpa ada orang yang menyusunnya.
"Disbudpar silahkan nanti digali lagi informasi dan lakukan penelitian. Karena ini potensi yang sangat luar biasa, jadi harus ada pembuktian. Apalagi kalau saya lihat di gambarnya, bebatuan itu tersusun sangat rapi, sehingga besar kemungkinan itu ada yang menyusunnya. Mari kita dukung bersama terhadap pengelolaan pariwisata kita," tandasnya.

Sebelumnya, Kadisbudpar RL, Heni Kurniati, SE, MM mengaku sudah berencana akan melakukan pengembangan terhadap objek wisata Air Terjun Batu Betiang Namun terkendala karena berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
"Kami akan segera berkoordinasi dengan TNKS bagaimana caranya supaya lokasi wisata tersembunyi tersebut bisa kita eksplor," ujar Heni.

Diceritakan Heni, lokasi air terjun Batu Betiang berjarak cukup jauh dari desa terdekat yakni Babakan Baru Kecamatan Bermani Ulu Raya. Petani sekitar desa mampu menembusnya dengan waktu tempuh 2 jam. Namun untuk masyarakat yang belum biasa, bisa menghabiskan waktu 4 jam. Dari desa ke ujung TNKS bisa dilalui dengan sepeda motor, kemudian setelah memasuki TNKS harus dilalui dengan berjalan kaki. "Pemandangannya masih sangat indah. Bebatuan keras berjejer rapi, dengan susunan tegak. Mirip seperti sengaja disusun manusia," ungkapnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Lebih Tua dari Piramida Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai