Thursday, 6 October 2016

Vonis Mati Terlalu Berat, Kuasa Hukum Ajukan Banding

Suasana sidang putusan terdakwa dewasa, pembunuh dan pemerkosa Yuyun, Kamis (29/9) lalu. Foto: Bambang Radar Pat Petulai.
CURUP RPP - Tim Kuasa Hukum lima orang terdakwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun resmi mengajukan banding. Namun banding yang diajukan hanya untuk terdakwa Zainal (23) yang divonis mati. Sementara empat terdakwa dewasa lainnya yakni Tomi (19), Bobi (19), Suket (19) dan Faisal (20) tidak mengajukan banding.
"Kita dari tim kuasa hukum sudah memberikan surat pernyataan banding kepada majelis hakim untuk terdakwa Zainal atas penerapan pasal 340 KUHP dengan vonis hukuman mati," ujar salah seorang tim kuasa hukum, Bahrul Fuady, SH, MH.

Menurut Bahrul, keputusan mengajukan banding ini diambil setelah pihaknya melakukan pembicaraan dengan terdakwa dan keluarga. Namun pihaknya kemarin baru mengajukan pernyataan banding ke majelis hakim, sementara untuk dokumen bandingnya akan menyusul. "Kita masih bersikukuh, vonis majelis hakim terhadap Zainal terlalu berat dengan vonis mati. Makanya kita banding," jelas Bahrul.

Terpisah, Ketua Pengadilan Negeri Curup, Dedy Hermawan, SH, MH melalui Humas PN, Riswan Herafiansyah, SH, MH ketika dihubungi mengaku sudah menerima surat pernyataan banding dari tim kuasa hukum terdakwa Zainal. "Surat pernyataan banding sudah diterima untuk terdakwa Zainal, sedangkan untuk keempat terdakwa dewasa lainnya, tim kuasa hukum tidak mengajukan banding," jelas Riswan.

Seperti diketahui sebelumnya, majelis hakim PN Curup yang dipimpin Heny Faridha, SH, MH didampingi Hendri Sumardi, SH, MH dan Fakhrudin, SH, MH menjatuhi hukuman mati terhadap Zainal alias bos (23). Hukuman mati ini diberikan sebab Zainal dianggap sebagai aktor utama otak pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap Yuyun. Sementara empat terdakwa dewasa lainnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. (wsa)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Vonis Mati Terlalu Berat, Kuasa Hukum Ajukan Banding Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai