Sunday, 2 October 2016

Vonis Mati Pertama di Provinsi Bengkulu, Dodi: Efek Jera Bagi Pelaku Kejahatan

Suasana sidang putusan terdakwa dewasa, pembunuh dan pemerkosa Yuyun, Kamis (29/9) lalu. Foto: Bambang Radar Pat Petulai.
CURUP RPP – Vonis mati kepada Zainal, aktor utama pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun, menjadi sejarah baru penegakan hukum di Kabupaten Rejang Lebong bahkan Provinsi Bengkulu. Pasalnya pemberian vonis mati ini merupakan putusan pertama yang diberikan oleh hakim di jajaran Pengadilan Negeri (PN) se-Provinsi Bengkulu kepada pelaku kejahatan.

Di sisi lain, vonis ini juga diharapkan bisa memberi efek jera bagi pelaku kejahatan lainnya sehingga tidak terjadi lagi kasus Yuyun-yuyun yang lain. Demikian disampaikan Kajari RL, Eko Hening Wardono, SH melalui Kasi Pidum, Dodi Wira Atmaja, SH kepada RPP kemarin. "Karena di Rejang Lebong baru kali ini ada vonis hukuman mati, maka diharapkan bisa menjadi efek jera bagi yang lainnya untuk tidak melakukan tindak kejahatan,” ujar Dodi.

Namun menurut Dodi, untuk pelaksanaan eksekusi masih membutuhkan waktu yang cukup panjang. Apalagi belum ada kepastian apakah pihak terdakwa akan mengajukan banding atau tidak. Dan jeda waktu bagi pihak terdakwa untuk pikir-pikir masih seminggu lagi atau 7 hari sejak putusan dibacakan.

Andaipun pihak terdakwa tidak mengajukan banding, tahapan menuju ke eksekusi juga harus melalui sejumlah prosedur. Dan itu semua tergantung dari pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) RI selaku pihak yang memiliki kewenangan. “Dari sekian banyak kasus yang telah divonis mati, tidak serta merta langsung dilakukan eksekusi, ada tahapan yang dilalui. Seperti petikan putusan kemarin, harus kita teruskan dulu ke kejati lalu ke kejagung. Selain itu tempat eksekusinya pun harus ditentukan dulu," terang Dodi.

Apalagi tempat eksekusi mati pelaku kejahatan belum ada di Provinsi Bengkulu. Di pulau Sumatera, hanya ada dua lokasi tempat eksekusi mati yakni di Medan dan di Palembang. Selain itu bisa jadi juga nanti eksekusi dilakukan di Nusa Kambangan. “Jadi intinya proses masih panjang. Meski sudah divonis mati namun terdakwa tetap berada di Lapas Kelas IIA Curup hingga ada petunjuk resmi dari kejagung.

Sedangkan untuk keempat terdakwa lainnya yang divonis 20 tahun penjara, kemungkinan akan menjalani masa hukuman di dalam Lapas Curup,” tandas Dodi. (wsa)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Vonis Mati Pertama di Provinsi Bengkulu, Dodi: Efek Jera Bagi Pelaku Kejahatan Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai