Wednesday, 19 October 2016

Program Swasembada Pangan Terancam

Suasana panen padi di Kelurahan Talang Benih, Curup. Foto: Radar Pat Petulai.
CURUP RPP - Semakin meningkatnya alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Rejang Lebong (RL) membuat Kasdim 0409/RL Mayor Infanteri Saldifa mengaku khawatir dengan swasembada yang dicanangkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Pasalnya, hampir setiap bulan selalu ada rumah baru yang dibangun di atas lahan pertanian produktif. Seperti di Kelurahan Talang Benih, Rimbo Recap, Lubuk Ubar, Watas Marga, Suka Marga, Tempel Rejo dan kawasan sentra pertanian lainnya.
"Kalau alih fungsi lahan ini tidak segera ditangani maka swasembada pangan kita menjadi terancam. Kita lihat saja, perumahan di atas lahan pertanian produktif ada di mana-mana. Tentu hal ini membutuhkan langkah kongkret dari pemerintah daerah untuk menanganinya," ungkap Kasdim.

Karena menurutnya, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya ditegakkan. Apalagi sampai saat ini RL juga belum memiliki Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). "Harusnya pemerintah tegas dalam menyusun sebuah aturan, karena kalau lahan produktif ini tidak dipertahankan maka untuk membuat lahan pertanian baru dengan hasil yang sama dengan lahan yang sudah produktif itu suatu hal yang mustahil. Lahan baru membutuhkan proses untuk bisa subur dan menghasilkan," tukasnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) RL R A Denny SH MM menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah maraknya alih fungsi lahan ini. Bahkan salah satu wacana yang bakal dilakukan oleh Pemda RL yakni melakukan revisi terhadap Perda RTRW.
"Jadi nanti kawasan Talang Benih atau Kecamatan Curup itu tidak ada lagi lahan pertanian. Karena kondisi Talang Benih misalnya, kalau kita larang untuk pemukiman sepertinya tidak mungkin lagi. Kondisinya berada di tengah kota, sehingga tidak akan terbendung lagi bagi pemilik lahan untuk mendirikan bangunan disana," ungkap Sekda.

Sedangkan pembukaan lahan pertanian baru menurutnya juga akan terus dilakukan oleh Pemda RL. "Memang proses menjadikan lahan baru menjadi lahan yang subur dan mampu menghasilkan produktivitas yang baik. Namun itu merupakan langkah yang bisa kita tempuh, tentunya dengan luas lahan yang memadai. Apalagi jumlah penduduk kita inikan terus bertambah, sudah pasti kebutuhan pangan atau beras juga meningkat. Disinilah kita harus berpacu membuat lahan pertanian baru," pungkasnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Program Swasembada Pangan Terancam Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai