Friday, 14 October 2016

Perekrutan CPNS Masih Abu-abu

Ilustrasi
CURUP RPP – Para pencari kerja di Rejang Lebong (RL) yang berminat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tampaknya masih harus menahan diri. Pasalntya, hingga saat ini belum ada kepastian apakah tahun depan RL mendapat jatah kuota penerimaan CPNS atau tidak. Seperti disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) RL, Khirdes Lapendo Pasju, S.STP, M.Si kepada RPP kemarin.
"Kita belum mengusulkan formasi CPNS untuk 2017 karena masih moratorium untuk tes CPNS jalur umum. Jadi sampai sekarang masih abu-abu apakah akan ada tes CPNS atau tidak di 2017 itu, belum ada kejelasan. Kalau tahun ini sepertinya sudah bisa dipastikan tidak akan ada tes CPNS jalur umum. Kecuali untuk jalur khusus seperti penyuluh pertanian, guru garis depan dan tenaga kesehatan," ujarnya.

Khides menjelaskan, moratorium tersebut dalam bentuk Keputusan Presiden (Keppres). Sehingga selama Keppres itu belum dicabut, keputusan masih berlaku. Artinya moratorium masih terus berlanjut. Meskipun diakuinya, dengan adanya moratorium tersebut membuat Pemda RL kelabakan, karena sampai saat ini RL masih membutuhkan banyak tenaga pegawai.

Seperti untuk memenuhi kekurangan tenaga pendidikan dan kesehatan hingga pegawai teknis lainnya. "Memang kita masih banyak mengalami kekurangan pegawai, belum lagi banyak yang pensiun setiap tahunnya. Khususnya untuk tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Tapi mau gimana lagi kalau memang aturan dari pusat seperti itu," kata Khirdes.

Guna memenuhi kekurangan pegawai tersebut, saat ini Pemda RL terpaksa harus merekrut para Tenaga Harian Lepas (THL) disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah dan kebutuhannya. "Kita sesuaikan dengan kemampuan daerah, makanya perekrutan THL itu tetap dibatasi. Artinya kita rekrut sesuai denga bidang pekerjaan yang kita butuhkan dan mereka yang direkrut juga harus memiliki keahlian kerja," tandasnya. (yon)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Perekrutan CPNS Masih Abu-abu Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai