Thursday, 13 October 2016

Kisah Alif, Peserta Termuda Gowes Sehat Bertabur Hadiah

Bersepeda Sejak Usia Dua Tahun, Ingin Jadi Tentara

SEMANGAT: Meski rute cukup jauh dan berat bagi anak kecil namun Alif tak mau menyerah. Dengan tekat sekuat baja ia akhirnya berhasil mencapai finish. Foto: Dokumen Radar Pat Petulai.
MENJADI kebiasaan dan hobi sejak masih berusia 2 tahun, rupanya kegemaran Muhamad Alifio Nugroho (7) seorang pelajar kelas II SDN 9 Rejang Lebong bersepeda lama kelamaan menjadi bakat tersendiri. Ia mampu menuntaskan putaran lintasan Gowes Sehat dalam rangkat HUT TNI ke 71 tahun 2016 Minggu (9/10) lalu hanya dengan waktu sekitar 40 menit saja. Bagaimana cerita dan arah masa depannya? Berikut liputannya.

BUYONO, Curup Timur

Bocah kelahiran Curup, 3 Mei 2009 lalu itu menjadi perhatian semua orang baik sesama penggowes, panitia maupun penonton lantaran dirinya menjadi peserta termuda saat gelaran Gowes Sehat lalu. Ibunda Alif, Willujeng Sriwahyuni M.Eng saat dibincangi menceritakan, Alif sudah mulai mengenal dan berlatih sepeda sejak masih berusia 2 tahun.

Sejak saat itulah ia selalu bermain sepeda hingga saat ini sudah berusia 7 tahun. Kelihaiannya bermain sepeda itulah yang membuatnya bersemangat untuk mengikuti gowes sehat.

Meskipun rute yang dilewati memiliki beberapa tanjakan dan turunan namun Alif tidak mau menyerah. Padahal panitia sudah menyarankan kepada seluruh peserta jika ada yang tidak sanggup melahap seluruh rute itu bisa diangkut menggunakan mobil. Namun Alif tetap berjuang, ia bekerja keras untuk mencapai garis finish.
"Fisiknya memang kuat mas, makanya waktu kegiatan itu dia memang sangat semangat namun karena rutenya tergolong jauh atau panjang makanya saya dampingi terus dibelakangnya. Alhamdulillah sampai juga di finish dengan catatan waktu sekitar 40 menit, tentu tidak begitu lama untuk anak seusianya dengan lintasan banyak tanjakan," kata Willujeng.

Meskipun masih kecil, menurutnya Alif sudah memiliki cita-cita ingin seperti ayahnya, Blenggoh Widorono yakni menjadi prajurit TNI dan saat ini bertugas di Denbekang 11-00-44 Sriwijaya. Oleh karena itu, ia dituntut untuk terus berlatih supaya memiliki fisik yang kuat sejak dini.
"Kami tidak pernah melarangnya berlatih fisik dengan berolahraga, asalkan sesuai dengan porsi usianya. Pengennya dia jadi tentara seperti ayahnya. Makanya dia rajin berlatih fisik dengan bermain sepakbol, sepeda hingga tenis meja," cerita PNS Dinas Pekerjaan Umum RL ini.

Sementara itu, ayah Alif, Blenggoh Widorono mengaku senang dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki Alif, yakni kegemaran dalam berolahraga. Ia berharap setelah tamat SD nanti Alif mau disekolahkan di sekolah olahraga Ragunan, Jakarta. Sehingga bakatnya bisa tersalurkan dengan maksimal.
"Rencana saya sih nanti setelah tamat SD coba dimasukkan ke sekolah atlet di Ragunan, Jakarta. Tapi itu semua tergantung dengan Alif juga mas, karena meskipun dia hobi di beberapa cabang olahraga, seperti sepeda dan sepakbola, namun saya pengennya dia jadi atlet tennis meja. Mudah-mudahan nanti masa depannya bukan hanya sebagai TNI saja, namun juga TNI yang jago berolahraga," katanya sembari mengucap amin. (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Kisah Alif, Peserta Termuda Gowes Sehat Bertabur Hadiah Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai