Thursday, 20 October 2016

Bola Mata Nyaris Keluar, Warga Iuran Bantu Biaya Operasi

Empati untuk Pak Rebo dari Warga Dusun 5 Air Meles Bawah


EMPATI: Kadus dan warga saat berada di kediaman Pak Rebo. Meski sudah di rumah sakit, namun aksi kepedulian terus dilakukan oleh warga demi kesembuhan pak Rebo. Foto: Bambang Radar Pat Petulai.
DI TENGAH merebaknya apatisme masyarakat terhadap lingkungan sekitar, ternyata masih ada sekelompok warga yang memiliki rasa empati dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Ini ditujukkan oleh warga warga Dusun 5 Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur. Mereka rela menyisihkan sebagian harta demi membantu biaya operasi Pak Rebo, salah seorang warga yang tengah membutuhkan pertolongan. Apa sebenarnya yang melanda Pak Rebo, simak laporan berikut.

BAMBANG TRIYONO, Curut Timur

Pak Rebo (75) merupakan salah seorang warga tidak mampu di Dusun 5 Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur. Selama ini ia dikenal pria yang giat dalam mencari nafkah untuk keluarga. Namun sejak beberapa tahun lalu ia tidak bisa lagi mencari nafkah karena mengalami kebutaan. Mata kanannya tertusuk daun padi ketika sedang bersawah sehingga terluka. Meskipun sembuh namun penglihatannya tidak bisa kembali normal. Kondisi makin parah sebab tak lama kemudian mata sebelah kirinya mengalami katarak. Karena tidak mendapat perawatan medis yang maksimal, kedua mata Pak Rebo akhirnya menjadi buta.

Kini ia terpaksa harus hidup mandiri. Sebab, istrinya, Klinem, sudah meninggal sementara lima dari enam anaknya sudah berumah tangga dan hidup sendiri. Di rumah sebenarnya ia berdua dengan anak tertuanya, Sugito. Namun karena Sugito sedikit kekurangan secara mental, sehingga keberadaannya tidak begitu banyak membantu. Karena itu, mulai dari memasak hingga mencuci terpaksa ia lakoni sendiri meski dalam kondisi buta. Untuk makan sehari-hari, Pak Rebo hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar.

Derita pak Rebo ternyata belum berakhir, 15 hari lalu ia mengalami petaka yang membuat kondisinya makin memprihatinkan. Saat pak Rebo hendak memasak di dapur, ia terjatuh dan mata kirinya tertancap kayu bakar. Awalnya tidak ada yang tahu kejadian itu, sebab meski menahan rasa sakit, namun Pak Rebo merahasiakannya apa yang ia alami. Apalagi memang Pak Rebo tidak pernah keluar rumah sehingga warga tidak ada yang tahu kejadian itu. 

Kisah tragis ini baru terungkap Jum'at (14/10). Saat Pak Rebo mengambil air wudhu untuk Salat Magrib, Sugito tak sengaja melihat bola mata bapaknya berdarah dan bernanah dengan bola mata nyaris keluar. Spontan Sugito berteriak minta tolong hingga mengundang kedatangan warga.

Melihat kondisi Pak Rebo, warga kaget dan langsung berupaya memberi pertolongan. Oleh warga, Pak Rebo langsung dilarikan ke RSUD Curup. Karena kondisinya parah, ia pun dirujuk ke Rumah sakit di Lubuklinggau. Ternyata pihak rumah sakit di Lubuklinggau juga tidak mampu menangani Pak Rebo sehingga kembali dirujuk ke  rumah sakit di Palembang. Karena tidak ada dana, maka pak Rebo terpaksa dibawa pulang ke desa.

Melihat kondisi Pak Rebo, empati warga pun langsung muncul. Warga bersama-sama menyumbangkan uang untuk membantu biaya operasi pak Rebo. Dari urungan (patungan, red) warga terkumpul uang sebesar Rp 6 juta. Berbekal uang itulah akhirnya Pak Rebo bisa menjalani perawatan. Rabu (19/10) pagi dengan diantar langsung keluarga dan pihak dinas Sosial, ia dibawa ke RSUD M Yunus Bengkulu. "Mudah-mudahan infeksi yang dialami Pak Rebo bisa disembuhkan, meski mengalami kebutaan setidaknya rasa sakit yang ditahan selama ini bisa disembuhkan," tutur Kepala Dusun 5, Narni (53). (**)
  • Komentar via G+
  • Komentar via Facebook
Item Reviewed: Bola Mata Nyaris Keluar, Warga Iuran Bantu Biaya Operasi Rating: 5 Reviewed By: Radar Pat Petulai